Jakarta – Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/sederajat 2026 semakin dekat. Siswa pun mulai meningkatkan persiapan agar dapat menghadapi ujian dengan kondisi akademik dan mental yang baik.
Namun, persiapan TKA tidak harus dilakukan dengan belajar hingga larut malam. Konsistensi belajar, latihan soal, memahami pola soal, serta menjaga waktu istirahat justru menjadi bagian penting dalam menghadapi tes.
Hal tersebut tercermin dari pengalaman Muhammad Farellevi Al Fasahbari, siswa SMAN 1 Klaten yang meraih nilai TKA Matematika tertinggi di Jawa Tengah, yakni 91,03. Ia mengaku tidak menerapkan sistem kebut semalam atau belajar hingga larut malam.
Belajar Konsisten 1-2 Jam Setiap Hari
Farellevi mengatakan dirinya lebih memilih belajar secara konsisten setiap hari dibandingkan belajar dalam waktu lama menjelang ujian.
Menurutnya, belajar sekitar satu hingga dua jam setiap hari lebih baik dibandingkan memaksakan diri belajar semalaman. Ia juga menghindari begadang karena dapat mengganggu kesehatan dan tidak membantu pembentukan memori jangka panjang.
Pola tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Dengan belajar rutin, siswa memiliki waktu untuk memahami materi sekaligus mengevaluasi bagian yang masih belum dikuasai.
Tidak Harus Selalu Mengikuti Les
Farellevi juga mengaku tidak mengikuti bimbingan belajar atau les dalam persiapannya menghadapi TKA. Ia belajar menggunakan buku sebagai sumber utama.
Meski demikian, menurutnya mengikuti les bukan sesuatu yang salah. Bimbingan tambahan dapat dipertimbangkan oleh siswa yang masih kesulitan menemukan metode belajar yang sesuai atau membutuhkan pendampingan dalam memahami materi.
Artinya, metode belajar setiap siswa tidak harus sama. Yang lebih penting adalah menemukan pola belajar yang membuat siswa dapat memahami materi dan mempertahankan konsistensi.
Jangan Takut Menghadapi Soal Sulit
Ketika menemukan soal yang sulit, Farellevi menyarankan siswa membaca keseluruhan soal terlebih dahulu. Cara ini terutama penting ketika mengerjakan soal Matematika yang membutuhkan pemahaman informasi dan penalaran.
Semakin sering berlatih soal dan membaca materi, siswa akan semakin terbiasa mengenali pola pertanyaan. Jika tetap mengalami kesulitan, siswa dapat mencari pembahasan dari buku atau bertanya kepada guru maupun teman yang lebih memahami materi.
Dengan demikian, soal yang sulit tidak hanya menjadi hambatan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk menemukan konsep yang belum dikuasai.
H-1 TKA Sebaiknya Digunakan untuk Istirahat
Salah satu kebiasaan yang diterapkan Farellevi adalah tidak belajar pada sehari sebelum ujian. Menurutnya, H-1 sebaiknya dimanfaatkan untuk menenangkan diri, beribadah, berbincang bersama keluarga, dan mempersiapkan mental.
Belajar terlalu keras menjelang ujian justru berpotensi membuat siswa semakin cemas, terutama apabila menemukan materi atau soal yang belum dikuasai. Karena itu, menjaga kondisi tubuh dan pikiran menjadi bagian dari persiapan menghadapi TKA.
Psikolog: Belajar Jangan Sampai Menjadi Tekanan
Pentingnya menjaga kondisi psikologis siswa juga disampaikan psikolog klinis anak dan remaja Michelle Brigitta Shanny, M.Psi., Psikolog. Ia mengimbau orang tua agar tetap tenang ketika mendampingi anak menghadapi ujian.
Menurut Michelle, proses belajar akan lebih efektif apabila tidak berubah menjadi tekanan. Orang tua dapat membantu dengan membuat waktu belajar lebih terstruktur, menggunakan sesi belajar yang relatif pendek, serta memberikan jeda untuk beristirahat atau bermain.
Orang tua juga dianjurkan untuk lebih menghargai proses dan usaha anak, bukan hanya berfokus pada nilai yang diperoleh.
Persiapan TKA 2026 Tidak Hanya Latihan Soal
Selain belajar materi dan mengerjakan latihan soal, siswa juga perlu membiasakan diri dengan sistem pelaksanaan TKA. Pada TKA SMA/sederajat 2026, mata pelajaran wajib dikerjakan dalam empat hari.
Bahasa Indonesia terdiri dari 30 soal dengan waktu 75 menit, Bahasa Inggris 30 soal selama 75 menit, dan Matematika 25 soal selama 75 menit. Hari keempat digunakan untuk dua mata pelajaran pilihan, masing-masing 25 soal dengan waktu 60 menit.
Siswa juga dapat memanfaatkan simulasi TKA untuk membiasakan diri mengatur waktu pengerjaan dan mengenali tampilan tes sebelum pelaksanaan sebenarnya.
TKA SMA 2026 Digelar Akhir Oktober
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pelaksanaan utama TKA SMA/sederajat 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sebelumnya, peserta mengikuti simulasi pada 21–27 September dan gladi bersih pada Oktober.
Sementara itu, hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026.
Dengan waktu yang semakin dekat, siswa dapat menerapkan pola belajar yang lebih teratur: belajar secara konsisten, memperbanyak latihan soal, mengevaluasi kesalahan, bertanya ketika mengalami kesulitan, serta tetap menjaga tidur dan waktu istirahat.
Pengalaman Farellevi juga menunjukkan bahwa persiapan menghadapi TKA tidak harus dilakukan dengan belajar semalaman. Konsistensi dan kondisi fisik maupun mental yang terjaga dapat menjadi bagian penting dari proses persiapan.








