Sebanyak 275 SMA di berbagai daerah belum siap menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahap 2 tahun 2026. Kemendikdasmen mencatat sekolah-sekolah tersebut belum memenuhi sejumlah persyaratan penyaluran hingga 30 September 2026. Jika data tidak segera dilengkapi, dana BOSP tahap 2 tidak dapat disalurkan.
Sekolah yang belum siap menerima BOSP tersebar di berbagai provinsi. Jumlah terbanyak berada di Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, masing-masing 38 sekolah, disusul Jawa Barat sebanyak 25 sekolah dan Banten sebanyak 17 sekolah.
Untuk dapat menerima dana tahap 2, sekolah harus memastikan laporan tahun 2026 telah dilengkapi. Laporan tahun 2025 juga harus sudah lengkap selama 12 bulan dan dikonfirmasi oleh dinas pendidikan. Bagi penerima BOSP Kinerja 2025, laporan dana tersebut juga wajib diselesaikan.
Selain itu, laporan realisasi BOSP tahap 1 tahun 2026 harus mencapai minimal 50 persen dari pagu penyaluran tahap 1. Batas pengisian data dan kelengkapan dokumen untuk pencairan tahap 2 adalah 25 Oktober 2026. Sekolah diminta segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan atau UPT masing-masing.









