WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk melihat perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat global sekaligus mengevaluasi arah pendidikan vokasi Indonesia.
Indonesia mengirimkan 20 kompetitor yang berlaga dalam 17 bidang keahlian serta 17 expert yang terlibat dalam fungsi teknis dan penilaian. Para peserta telah menjalani proses seleksi dan pelatihan panjang untuk menghadapi kompetisi keterampilan terbesar di dunia tersebut.
Keikutsertaan dalam WSC tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi dan medali. Pengalaman dari Shanghai diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, teknologi, serta standar keterampilan global yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), juga menjadi tantangan bagi pendidikan vokasi. Namun, keterampilan teknis seperti kelistrikan, plumbing, bangunan, dan konstruksi tetap dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, pendidikan vokasi perlu terus menyesuaikan kompetensi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri.








