SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi otomotif ramah lingkungan. Melalui Tim Nogogeni, ITS berhasil meraih dua gelar juara pertama dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 lewat dua mobil andalannya, Bela dan Nela.
Bela menjadi juara pertama pada kategori Urban Etanol dengan catatan efisiensi mencapai 594,44 kilometer per liter. Sementara itu, Nela meraih juara pertama kategori Urban Listrik dengan efisiensi 275,57 kilometer per kilowatt-jam.
Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Tim Nogogeni mempertahankan dua gelar juara yang diraih pada KMHE tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi bukti pengembangan teknologi kendaraan hemat energi oleh mahasiswa ITS. <Cite refs={[“turn961017news1″,”turn961017news2”]}/>
Bela dan Nela Unggulkan Efisiensi Energi
Bela dan Nela dikembangkan dengan pendekatan teknologi yang berbeda sesuai kategori perlombaannya. Bela mengandalkan motor pembakaran dalam berbahan bakar etanol, sedangkan Nela menggunakan tenaga listrik.
Pada kompetisi tersebut, Bela mencatat efisiensi 594,44 kilometer per liter. Angka ini menunjukkan jarak yang dicapai kendaraan dalam pengukuran efisiensi sesuai ketentuan kompetisi, bukan gambaran langsung konsumsi bahan bakar mobil penumpang pada penggunaan sehari-hari.
Adapun Nela membukukan efisiensi sebesar 275,57 kilometer per kilowatt-jam. Hasil tersebut menempatkan mobil listrik besutan Tim Nogogeni sebagai yang terbaik di kategori Urban Listrik.
Kedua kendaraan tersebut memperlihatkan bagaimana rancangan mesin, sistem penggerak, bobot kendaraan, dan strategi pengemudian dapat berperan penting dalam kompetisi mobil hemat energi.
Rahasia Pengembangan Mobil Nela
General Manager Tim Nogogeni ITS, Hafiz Diandra Pratama, menjelaskan bahwa salah satu fokus pengembangan Nela adalah meningkatkan presisi pengendalian motor listrik jenis brushless direct current (BLDC).
Tim memanfaatkan inovasi mikrokontroler untuk mengatur kerja motor secara lebih presisi. Pengendalian yang tepat diharapkan membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien selama kendaraan melaju.
Selain pengembangan sistem kendali, bobot Nela juga berhasil ditekan hingga 72 kilogram. Pengurangan bobot menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kendaraan hemat energi karena kendaraan yang lebih ringan membutuhkan energi lebih sedikit untuk bergerak dalam kondisi yang sebanding.
Pembaruan tersebut merupakan bagian dari upaya tim untuk meningkatkan performa kendaraan dibandingkan pengembangan sebelumnya. <Cite refs={[“turn961017news1″,”turn961017news6”]}/>
Bela Ditingkatkan Melalui Pembaruan Sistem Penggerak
Tidak hanya Nela, Bela juga mengalami sejumlah penyempurnaan teknis. Tim melakukan pembaruan pada sistem penggerak atau drivetrain serta mengoptimalkan konstruksi mesin.
Serangkaian pengembangan tersebut berhasil menurunkan bobot Bela menjadi 86 kilogram. Pengurangan bobot dan penyempurnaan sistem mekanis menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi kendaraan saat mengikuti kompetisi.
Dalam ajang seperti KMHE, tim tidak hanya dituntut menghasilkan kendaraan yang dapat berjalan dengan baik. Mereka juga harus merancang sistem yang mampu memanfaatkan energi secara optimal dengan tetap memenuhi regulasi perlombaan.
Keberhasilan Bela meraih juara pertama kategori Urban Etanol menunjukkan hasil dari pengembangan teknis yang dilakukan Tim Nogogeni ITS.
Tantangan Cuaca dan Perubahan Regulasi
Perjalanan Tim Nogogeni menuju podium tertinggi tidak terlepas dari tantangan selama kompetisi. Berdasarkan laporan detikEdu, peserta menghadapi perubahan regulasi serta hujan deras yang membuat pengemudi harus lebih berhati-hati di lintasan.
Pengemudi Nela, Jeremi Mantovanio Sibarani, menjelaskan bahwa ketepatan mengemudi sangat memengaruhi hasil akhir. Kesalahan kecil, termasuk pengereman yang terlalu dalam, dapat berdampak pada efisiensi kendaraan.
Karena itu, pengemudi perlu menjaga konsistensi selama perlombaan. Penguasaan kendaraan dan kemampuan menyesuaikan strategi dengan kondisi lintasan menjadi bagian penting untuk memperoleh hasil maksimal.
Tantangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan dalam kompetisi mobil hemat energi tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan, tetapi juga pada keterampilan pengemudi dan kerja sama seluruh anggota tim. <Cite refs={[“turn961017news1″,”turn961017news6”]}/>
Perjalanan Tim Nogogeni ITS
Tim Nogogeni merupakan tim mahasiswa ITS yang berfokus pada pengembangan kendaraan hemat energi. Tim ini bermula dari proyek akhir mahasiswa pada sekitar 2009–2010, sebelum berkembang menjadi tim khusus pada 2011.
Dalam perjalanannya, tim sempat menggunakan nama Nagageni dan Pancasona sebelum akhirnya dikenal sebagai Nogogeni pada 2013. Pada tahun yang sama, tim tersebut mencatat kemenangan pertamanya di Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) kategori Urban Listrik.
Seiring waktu, Nogogeni terus mengembangkan kemampuan teknis dan organisasinya. Tim ini melibatkan mahasiswa dalam berbagai peran, mulai dari pengembangan kendaraan hingga pengelolaan kegiatan nonteknis.
Keberhasilan meraih dua gelar juara di KMHE 2026 menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang tim dalam mengembangkan inovasi otomotif hemat energi. <Cite refs={[“turn961017news1″,”turn961017news14”]}/>
KMHE 2026 Diikuti 64 Tim dari 42 Perguruan Tinggi
Kontes Mobil Hemat Energi 2026 berlangsung pada 1–4 Oktober di Universitas Jember, Jawa Timur. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut diikuti 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kendaraan yang mengutamakan efisiensi penggunaan energi. Peserta berkompetisi dalam berbagai kelas berdasarkan jenis kendaraan dan sistem penggeraknya.
Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan menerapkan pengetahuan teknik sekaligus menguji rancangan kendaraan dalam kondisi perlombaan. Hasil pengembangan yang dilakukan diharapkan dapat menjadi bekal untuk penelitian dan inovasi teknologi transportasi pada masa mendatang. <Cite refs={[“turn961017search12″,”turn961017search13”]}/>
Inovasi Mahasiswa untuk Kendaraan Hemat Energi
Prestasi Bela dan Nela memperlihatkan peran mahasiswa dalam mengembangkan teknologi kendaraan yang lebih efisien. Pengembangan sistem kendali motor, penyempurnaan mesin, dan pengurangan bobot menjadi contoh upaya teknis yang dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan energi.
Meski kendaraan tersebut dikembangkan untuk kompetisi, proses riset dan pengujiannya dapat menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa dalam memahami tantangan teknologi otomotif.
Ke depan, pengembangan kendaraan hemat energi masih memerlukan riset berkelanjutan agar inovasi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Keberhasilan Tim Nogogeni ITS meraih dua gelar juara pertama di KMHE 2026 pun menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menghasilkan teknologi yang bermanfaat.





