I
YOGYAKARTA – Bermain alat musik tradisional angklung menjadi salah satu cara TK Islam Terpadu (IT) Mekar Insani menanamkan nilai karakter kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan musik, para siswa belajar mendengarkan, bersabar, bekerja sama, dan menghargai kesempatan teman untuk berpartisipasi.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak memainkan lagu daerah Padhang Bulan menggunakan angklung. Di balik permainan musik yang menyenangkan, terdapat pembelajaran tentang pentingnya kebersamaan dan menghormati perbedaan.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Kemendikdasmen Nomor 883/sipers/A6/X/2026 yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026. <Cite refs={[“turn171895search0”]}/>
Angklung Menjadi Media Pembelajaran Karakter
Bagi TK IT Mekar Insani, angklung tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperkenalkan musik tradisional Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran yang membantu anak mengembangkan minat dan bakat seni sekaligus membangun sikap positif dalam berinteraksi dengan teman.
Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri, menjelaskan bahwa latihan angklung merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Kamis dengan bimbingan instruktur Achmad Miftahur Rochim.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar disiplin dan kesabaran. Setiap siswa harus menunggu giliran memainkan nada sesuai bagiannya agar lagu dapat terdengar harmonis.
Kebiasaan sederhana seperti menunggu giliran dan mengikuti arahan diharapkan dapat terbawa ke kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di sekolah maupun saat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Anak Belajar Bekerja Sama Melalui Musik
Dalam permainan angklung, setiap anak memegang peran untuk menghasilkan rangkaian nada. Tidak semua siswa memainkan nada yang sama, tetapi setiap bagian dibutuhkan agar lagu dapat terdengar utuh.
Instruktur angklung Achmad Miftahur Rochim menjelaskan bahwa anak-anak perlu memperhatikan isyarat, mendengarkan permainan teman, serta mengendalikan keinginan untuk membunyikan alat musik di luar gilirannya.
Proses latihan dilakukan melalui permainan, penggunaan isyarat tangan, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Siswa yang belum percaya diri juga didorong untuk mencoba tanpa takut melakukan kesalahan.
Dengan metode tersebut, pembelajaran musik tidak hanya berorientasi pada kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga pada pengalaman sosial yang diperoleh anak selama berlatih bersama.
Menghargai Perbedaan untuk Menciptakan Harmoni
Pembelajaran melalui angklung memperlihatkan bahwa setiap anak memiliki peran yang berbeda. Meskipun memainkan nada masing-masing, mereka tetap perlu saling mendengarkan dan mengikuti arahan agar dapat menghasilkan musik yang harmonis.
Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kesediaan setiap anggota untuk bekerja sama.
Ketika anak menunggu giliran, menghargai peran teman, dan mengikuti irama bersama, mereka sekaligus berlatih hidup berdampingan dengan orang lain.
Perbedaan pun dapat dipahami sebagai sesuatu yang saling melengkapi, bukan penghalang untuk mencapai tujuan bersama.
Pendidikan Karakter Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Pengalaman belajar di TK IT Mekar Insani menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diperkenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak. Musik, permainan, dan kegiatan kelompok dapat menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, kesabaran, kepercayaan diri, serta kepedulian terhadap orang lain.
Melalui latihan angklung, anak-anak tidak hanya mengenal kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga belajar menerapkan nilai kebersamaan dalam kegiatan sehari-hari.
Pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai usia diharapkan membantu anak memahami bahwa hidup rukun membutuhkan kemauan untuk mendengarkan, menghormati perbedaan, dan memberikan ruang bagi orang lain.
Dengan demikian, suara angklung yang dimainkan bersama menjadi gambaran sederhana tentang pentingnya kerja sama dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.










