Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian
Garut – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang memungkinkan peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, kreatif, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke SMA/Pondok Pesantren Welas Asih di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen meninjau berbagai praktik pembelajaran yang diterapkan sekolah, mulai dari budaya literasi, pengembangan portofolio siswa, penerapan disiplin positif, hingga unit usaha yang dikelola langsung oleh peserta didik. Menurutnya, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat berlangsung secara bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Salah satu praktik yang mendapat perhatian adalah penerapan Disiplin Positif melalui kesepakatan bersama antara siswa dan sekolah mengenai perilaku serta tanggung jawab selama menjalani pendidikan. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kedisiplinan berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab, bukan karena tekanan atau paksaan.
Wamendikdasmen juga mengapresiasi metode portofolio FVDS (Feel, Imagine, Do, Share) yang diterapkan sekolah. Melalui metode ini, siswa didorong untuk mengenali masalah di lingkungan sekitar, merancang solusi, melaksanakan proyek, dan membagikan hasil pembelajaran kepada masyarakat. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak nyata.
Menurut Fajar, model pembelajaran tersebut mencerminkan konsep Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, tetapi juga belajar berpikir kritis, menganalisis masalah, menyusun gagasan, serta mempresentasikan hasil karya mereka.
Selain menekankan pentingnya inovasi, Wamendikdasmen juga menyoroti penguatan karakter, kecerdasan sosial, dan kearifan lokal sebagai bagian dari pendidikan yang utuh. Ia menilai bahwa pendidikan yang baik harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan identitas budaya yang kuat.
Budaya literasi dan kewirausahaan yang berkembang di lingkungan sekolah juga mendapat apresiasi. Melalui berbagai proyek kreatif dan unit usaha siswa, peserta didik belajar menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pengalaman tersebut membantu membangun kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Kemendikdasmen terus mendorong satuan pendidikan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang membentuk karakter, kreativitas, dan masa depan generasi muda Indonesia.
Melalui berbagai inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemerintah berharap sekolah mampu melahirkan generasi yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Ketika peserta didik diberi ruang untuk berpikir, berkarya, dan menyelesaikan masalah secara nyata, pendidikan akan memiliki makna yang lebih mendalam dan relevan bagi kehidupan mereka di masa depan.









