Jakarta – Penguatan pendidikan vokasi terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui berbagai kolaborasi dengan dunia industri. Salah satunya ditandai melalui Kick Off Pelatihan Kelas Industri bagi Guru Kejuruan Bisnis dan Manajemen yang digelar bersama Alfamart dan Alfamidi pada Kamis, 21 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri retail modern.
Tidak hanya siswa, para guru SMK juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan magang langsung di industri. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru agar pembelajaran di sekolah menjadi lebih relevan, adaptif, dan sesuai perkembangan dunia kerja saat ini.
Dalam program tersebut, guru akan menjalani berbagai tahapan pelatihan, mulai dari pembelajaran daring, simulasi praktik di Learning Center, hingga magang langsung di gerai retail modern selama 10 hari. Selain itu, peserta juga akan mengikuti asesmen dan sertifikasi kompetensi industri sebagai bagian dari penguatan kemampuan profesional.
Melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan industri, para guru diharapkan dapat memahami budaya kerja, sistem operasional retail modern, serta kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri.
Kemitraan antara dunia pendidikan dan industri dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan keterlibatan industri secara langsung, proses pembelajaran di SMK dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
Program pelatihan ini juga diharapkan mampu membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih praktis dan kontekstual sehingga siswa SMK memiliki kesiapan kerja yang lebih baik setelah lulus sekolah.
Penguatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan SMK yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja modern.



