Muhammad Afandi berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dengan predikat cumlaude di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Afandi membuktikan bahwa kondisi keluarga tidak harus menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Prestasinya semakin istimewa setelah ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) langsung dari Rektor Unair.
Afandi merupakan lulusan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Ia diwisuda pada Wisuda Periode ke-264 yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026). Afandi juga menjadi anak pertama di keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana, sebuah pencapaian yang ia persembahkan untuk kedua orang tuanya.
Perjuangan Ibu Berjualan Pisang Rebus
Di balik keberhasilan Afandi, terdapat perjuangan keluarga yang terus mendukung pendidikannya. Ibunya sehari-hari berjualan pisang rebus untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka di Surabaya. Dukungan dan doa orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan Afandi menyelesaikan pendidikan tinggi.
Afandi mengungkapkan rasa terima kasih kepada Unair karena telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk meraih pendidikan tinggi. Baginya, keberhasilan menyelesaikan kuliah bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga buah dari perjuangan orang tua yang tidak pernah berhenti mendukungnya.
Selama kuliah, Afandi merupakan penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Program bantuan tersebut membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan sehingga mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa sepenuhnya terbebani biaya kuliah.
Mendapat Beasiswa S2 Langsung dari Rektor Unair
Momen membanggakan terjadi ketika Afandi menghadiri prosesi wisuda. Rektor Unair, Prof. Dr. Madyan, berbincang dengannya mengenai perjalanan pendidikan dan rencana setelah menyelesaikan studi sarjana.
Afandi menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di kampus yang sama. Mendengar rencana tersebut, Rektor Unair secara langsung memberikan beasiswa studi S2 kepada Afandi di hadapan para wisudawan. Pemberian beasiswa itu disambut tepuk tangan dari hadirin yang menyaksikan momen tersebut.
Beasiswa ini membuka kesempatan bagi Afandi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Meski demikian, informasi mengenai program magister yang akan dipilih, besaran beasiswa, dan jadwal mulai perkuliahan belum dirinci dalam pengumuman yang tersedia.
Pesan Afandi tentang Pendidikan dan Perjuangan
Kisah Afandi menjadi pengingat bahwa latar belakang keluarga tidak menentukan batas akhir seseorang dalam meraih cita-cita. Menurutnya, setiap orang mungkin tidak dapat memilih kondisi awal kehidupannya, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk menentukan langkah dan perjuangan ke depan.
Perjalanan Afandi juga menunjukkan pentingnya akses bantuan pendidikan, dukungan keluarga, dan kesempatan yang diberikan perguruan tinggi. Melalui KIP-Kuliah dan beasiswa lanjutan dari Unair, ia dapat melanjutkan perjalanan akademiknya setelah meraih gelar sarjana.
Keberhasilan Afandi diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Pendidikan dapat menjadi jalan untuk memperluas kesempatan dan mengembangkan potensi, selama didukung dengan kesempatan belajar yang memadai serta kemauan untuk terus berusaha.








