YOGYAKARTA – Perjuangan Muhammad Nur Arifin untuk meraih bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi inspirasi. Berasal dari keluarga sederhana, putra seorang penjual keripik ini berhasil diterima di Fakultas Peternakan UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sekaligus memperoleh beasiswa yang membebaskan seluruh biaya kuliah.
Kisah Arifin bahkan menarik perhatian Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, yang datang langsung mengunjungi kediamannya sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan prestasi yang telah diraih calon mahasiswa baru tersebut.
Arifin dibesarkan oleh ibunya, Ngalimah, yang sehari-hari berjualan keripik untuk menghidupi keluarga. Ayah Arifin yang berprofesi sebagai tukang kayu telah meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu, sehingga sang ibu harus berjuang sendiri membesarkan sembilan orang anak.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Ngalimah tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ia mengaku sangat bersyukur Arifin berhasil diterima di UGM dan berharap putranya dapat menyelesaikan kuliah dengan lancar serta meraih cita-cita yang diimpikannya.
Belajar Mandiri Tanpa Les
Berbeda dengan banyak siswa lain yang mengikuti bimbingan belajar untuk mempersiapkan masuk perguruan tinggi negeri, Arifin lebih banyak belajar secara mandiri di rumah.
Menurut sang ibu, Arifin selalu fokus saat mengikuti pelajaran di sekolah sehingga tidak perlu mengulang materi secara berlebihan ketika berada di rumah.
Ketekunan tersebut membuahkan hasil. Selama bersekolah, Arifin dikenal sebagai siswa berprestasi dan aktif mengikuti berbagai perlombaan. Salah satu pencapaiannya adalah meraih juara musikalisasi puisi tingkat provinsi.
Berawal dari Kecintaan pada Hewan
Keputusan memilih Fakultas Peternakan UGM bukan tanpa alasan. Sejak kecil, Arifin telah memiliki ketertarikan terhadap dunia peternakan dan gemar memelihara hewan, terutama kambing.
Meski pernah mengalami pengalaman menyedihkan ketika kambing peliharaannya mati saat masih duduk di bangku sekolah dasar, minatnya terhadap peternakan justru semakin kuat.
Pengalaman tersebut membuatnya ingin mempelajari pengelolaan peternakan secara ilmiah agar dapat mengembangkan usaha peternakan yang lebih baik di masa depan.
Arifin bercita-cita membangun usaha peternakan ayam broiler sekaligus mendalami bidang nutrisi dan pangan untuk meningkatkan produktivitas sektor peternakan.
Kuliah Gratis Berkat Beasiswa
Kini Arifin dapat menempuh pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan unggul yang menanggung biaya kuliah hingga 100 persen.
Kesempatan tersebut disambut dengan rasa syukur. Ia bertekad memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mewujudkan cita-citanya.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, berharap Arifin dapat fokus menjalani perkuliahan maupun aktif dalam organisasi kemahasiswaan sehingga mampu mengembangkan potensi diri secara maksimal.
Menurutnya, beasiswa yang diterima Arifin merupakan peluang besar untuk membangun masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lain bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Kisah Muhammad Nur Arifin menjadi bukti bahwa kerja keras, semangat belajar, dan ketekunan dapat membuka jalan menuju perguruan tinggi impian. Dengan dukungan keluarga dan kesempatan yang diberikan melalui beasiswa, ia kini bersiap mengukir prestasi baru di Universitas Gadjah Mada.










