JAKARTA – Dedikasi seorang pendidik tidak mengenal batas usia. Hal itulah yang tercermin dari sosok Chamimah, adik Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, yang hingga usia 87 tahun masih aktif mengajar anak-anak di TK Masa Putra Bakti Surabaya.
Perempuan kelahiran 1939 tersebut telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan selama lebih dari 63 tahun. Semangatnya untuk terus mendidik generasi penerus menjadikannya inspirasi bagi banyak orang, sekaligus membuktikan bahwa pengabdian sebagai guru tidak berhenti saat memasuki masa pensiun.
Mengabdi Sejak Tahun 1963
Chamimah memulai karier sebagai guru di TK Masa Putra Bakti Surabaya pada tahun 1963. Setelah bertahun-tahun mengajar di jenjang taman kanak-kanak, ia diangkat menjadi guru sekolah dasar pada 1977 dan bertugas di SD Banyu Urip Surabaya.
Ia kemudian memasuki masa pensiun sebagai guru SD pada tahun 2021. Namun kecintaannya terhadap dunia pendidikan membuatnya kembali mengajar di TK tempat ia pertama kali mengabdikan diri puluhan tahun silam.
Menurut Chamimah, menjadi guru merupakan panggilan hati karena sejak muda ia sangat menyayangi anak-anak dan ingin membagikan ilmu yang dimilikinya.
“Saya ingin membagikan ilmu saya kepada anak-anak,” ujarnya.
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun
Semangat belajar Chamimah juga tidak pernah padam. Di usia yang tidak lagi muda, ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 2020 saat berusia 78 tahun, menjadikannya salah satu lulusan tertua di program studi tersebut.
Skripsi yang disusunnya berjudul “Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bakti Surabaya Tahun Pelajaran 2019–2020.”
Selama menjalani perkuliahan, Chamimah mengaku selalu berusaha mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh dan hampir tidak pernah absen dari kelas.
“Saat proses perkuliahan saya tidak pernah membolos. Kalau tidak hadir hanya karena kurang sehat. Teman-teman yang usianya seperti anak dan cucu saya justru menjadi penyemangat untuk menyelesaikan studi tepat waktu,” tuturnya.
Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
Bagi Chamimah, usia bukan alasan untuk berhenti menimba ilmu. Ia percaya siapa pun dapat terus belajar selama memiliki tekad dan kemauan yang kuat.
“Saya bersyukur mampu menyelesaikan studi di usia senja. Tidak ada kata terlambat selama kita bersungguh-sungguh untuk belajar,” katanya.
Semangat tersebut menjadi teladan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang dapat ditempuh kapan saja tanpa dibatasi usia.
Terinspirasi Sosok Try Sutrisno
Chamimah mengaku semangat belajar, disiplin, dan rasa cinta kepada tanah air yang dimilikinya banyak dipengaruhi oleh sang kakak, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6.
Menurutnya, nilai-nilai kepatriotan dan pengabdian kepada bangsa telah tertanam dalam keluarganya sejak lama.
“Semangat belajar dan kepatriotan turun dari kakak saya,” ungkap Chamimah.
Dedikasi Chamimah yang tetap mengajar hingga usia lanjut sekaligus terus menempuh pendidikan menjadi bukti bahwa semangat belajar dan mengabdi tidak mengenal batas usia. Kisahnya menjadi inspirasi bagi para pendidik maupun masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.









