Jakarta – Prestasi membanggakan diraih Laysa Latifah, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ia berhasil memenuhi norma terakhir Woman Grandmaster (WGM) dalam debutnya di Olimpiade Catur FIDE 2026 di Samarkand, Uzbekistan.
Olimpiade Catur FIDE ke-46 berlangsung pada 16–27 September 2026. Laysa tampil membela tim putri Indonesia dan mencatatkan performa 8 poin dari 10 pertandingan dalam laporan awal UNJ. Ia kemudian menuntaskan turnamen dengan 8,5 poin dari 11 pertandingan, terdiri dari tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kalahkan Pecatur Vietnam di Babak ke-10
Laysa memastikan norma WGM terakhir setelah mengalahkan WIM Ngoc Thuy Duong Bach dari Vietnam pada babak ke-10.
Sebelumnya, Laysa juga mencatat hasil imbang melawan GM Nino Batsiashvili dari Georgia serta mengalahkan GM Elisabeth Paehtz dari Jerman. Penampilannya menghasilkan Performance Rating sebesar 2404.
Norma tersebut melengkapi dua norma WGM yang sebelumnya diperoleh Laysa saat bertanding di Budapest, Hungaria, pada Agustus 2024 dan Tarakan pada Oktober 2024. Dengan norma ketiga tersebut, Laysa memenuhi persyaratan untuk menyandang gelar WGM, setelah sebelumnya memiliki gelar Woman International Master (WIM).
Jadi WGM Keempat Indonesia
Pencapaian Laysa menempatkannya sebagai pecatur putri Indonesia keempat yang meraih gelar Woman Grandmaster.
Sebelumnya, gelar tersebut telah diraih Irene Kharisma Sukandar, Medina Warda Aulia, dan Dewi Ardhiani Anastasia Citra. ANTARA menyebut pengesahan gelar Laysa selanjutnya mengikuti proses resmi FIDE.
Bagi Laysa, pencapaian tersebut terasa istimewa karena norma terakhir justru diraih dalam debutnya di Olimpiade Catur.
“Ini juga sangat spesial bagi saya karena ini Olimpiade pertama saya yang membawa nama Indonesia,” ujar Laysa seperti dikutip dari keterangan UNJ.
Tantangan Terbesar Ada pada Mental
Dalam ajang yang mempertemukan pecatur dari berbagai negara, Laysa mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menjaga mental dan kepercayaan diri.
Ia berusaha tidak terlalu memikirkan hasil akhir setiap pertandingan. Menurutnya, fokus pada permainan dan melakukan evaluasi setelah pertandingan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi penampilan.
Laysa bahkan mengaku belum mengetahui bahwa kemenangan pada babak ke-10 akan memastikan norma WGM terakhirnya. Ia memilih fokus memberikan permainan terbaik pada setiap pertandingan.
Didukung Pelatih dan UNJ
Dalam perjalanan sebagai atlet, Laysa mendapat dukungan dari sejumlah pelatih, termasuk GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra Purnama. Ia juga mendapatkan pembinaan dari pelatih di lingkungan KONI DKJ sejak masih muda.
UNJ turut memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikan dan prestasinya. Laysa sebelumnya masuk UNJ melalui jalur prestasi olahraga dan memperoleh beasiswa. Ia juga harus membagi waktu antara perkuliahan dan latihan sebagai atlet.
Pernah Raih Emas SEA Games 2025
Prestasi di Olimpiade Catur 2026 bukan pencapaian internasional pertama Laysa. Pada SEA Games 2025 di Thailand, mahasiswa UNJ tersebut berhasil meraih medali emas bersama tim catur Indonesia.
Saat itu, Laysa menyebut membagi waktu antara kuliah dan latihan menjadi salah satu tantangan. Dukungan dosen dan teman-teman kuliah membantunya tetap mengikuti kegiatan akademik ketika harus menjalani pemusatan latihan atau bertanding.
Tim Putri Indonesia Finis Peringkat ke-19
Pada Olimpiade Catur 2026, tim putri Indonesia juga mencatat peningkatan posisi. Indonesia finis di peringkat ke-19 dari 189 negara, sementara pada edisi 2024 tim putri berada di peringkat ke-59 menurut data yang dikutip ANTARA.
Laysa menjadi salah satu pemain dengan kontribusi penting melalui catatan 8,5 poin dari 11 pertandingan. Tim putri Indonesia mengakhiri turnamen dengan 15 match point dan 28 poin papan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Laysa sebagai mahasiswa UNJ yang berprestasi di tingkat internasional, sekaligus menambah daftar pecatur putri Indonesia yang meraih norma WGM.
Profil Singkat Laysa Latifah
- Nama: Laysa Latifah
- Kampus: Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
- Program studi: Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Gelar sebelumnya: Woman International Master (WIM)
- Prestasi: Medali emas SEA Games 2025
- Prestasi terbaru: Memenuhi norma WGM terakhir di Olimpiade Catur FIDE 2026
- Olimpiade Catur 2026: Samarkand, Uzbekistan
- Catatan: WGM keempat Indonesia setelah Irene Kharisma Sukandar, Medina Warda Aulia, dan Dewi Ardhiani Anastasia Citra








