Ilmuwan komputer dan pelopor rekayasa perangkat lunak, Margaret Hamilton, meninggal dunia pada 30 September 2026 dalam usia 90 tahun. Namanya dikenal berkat kontribusinya dalam pengembangan perangkat lunak untuk program Apollo milik NASA yang membawa manusia pertama kali menginjakkan kaki di Bulan pada 1969. Kabar wafatnya diumumkan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada 7 Oktober 2026. <Cite refs={[“turn482648search0″,”turn482648search1”]}/>
Hamilton bergabung dengan tim MIT yang mengembangkan perangkat lunak komputer pandu Apollo. Ia awalnya mengerjakan program untuk misi tanpa awak, sebelum dipercaya memimpin tim pengembangan perangkat lunak penerbangan untuk misi berawak. Pada 1968, ia menjabat sebagai asisten direktur yang bertanggung jawab atas tim Command and Service Module. <Cite refs={[“turn482648search0″,”turn482648search1”]}/>
Kontribusinya menjadi sangat penting ketika Apollo 11 mendekati pendaratan di Bulan pada Juli 1969. Komputer pesawat memunculkan alarm 1202 akibat beban kerja berlebih. Perangkat lunak yang dirancang Hamilton dan timnya mampu memprioritaskan tugas penting serta menangani gangguan, sehingga proses pendaratan dapat dilanjutkan setelah mendapat konfirmasi dari pusat kendali misi. <Cite refs={[“turn482648search0″,”turn482648search2”]}/>
Selain berkontribusi dalam misi antariksa, Hamilton dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendorong pengakuan rekayasa perangkat lunak sebagai bidang teknik tersendiri. Ia mendirikan perusahaan teknologi setelah program Apollo dan menerima Presidential Medal of Freedom pada 2016, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat. Warisannya terus menginspirasi perkembangan teknologi dan keterlibatan perempuan di bidang sains serta komputasi. <Cite refs={[“turn482648search1″,”turn482648search3”]}/>










