endidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan investigasi atas meninggalnya Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terus berjalan. Aqib diduga menjadi korban kekerasan yang melibatkan kakak kelasnya. Menurut Abdul Mu’ti, investigasi telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, sementara kasus tersebut juga ditangani aparat penegak hukum.
Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan mengajak semua pihak bekerja sama untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan, terlebih jika berujung pada kematian, tidak dapat diselesaikan hanya dengan pemberian santunan. Menurutnya, diperlukan penanganan menyeluruh serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Berdasarkan keterangan Satreskrim Polres Pemalang, dua anak yang merupakan kakak kelas korban diduga terlibat dalam aksi kekerasan pada Sabtu (12/9/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat sekolah. Setelah kejadian, Aqib sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari sebelum diperbolehkan pulang. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026), ketika keluarganya hendak membawanya kembali ke rumah sakit.
Abdul Mu’ti juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan perhatian terhadap anak, termasuk dalam penggunaan gawai dan media sosial yang dapat memengaruhi perilaku. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan, penanganan laporan kekerasan secara serius, serta pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Hasil investigasi dan penanganan aparat diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa tersebut.








