Jakarta – Para penyelam menemukan sejumlah struktur buatan manusia di bawah Laut Utara, beberapa ratus meter dari pantai Cromer, Norfolk, Inggris. Struktur tersebut diperkirakan merupakan bagian dari Shipden, sebuah pemukiman abad pertengahan yang perlahan ditelan laut sekitar 700 tahun lalu.
Penemuan ini menarik perhatian karena sejumlah struktur batu masih terlihat meskipun telah berada di bawah air selama berabad-abad. Tim penyelam berhasil mendokumentasikan sekitar 25 struktur yang sebelumnya belum pernah dipotret secara langsung.
Penyelam Temukan 25 Struktur Buatan Manusia
Penemuan dilakukan oleh penyelam sukarelawan dari cabang Anglian British Sub-Aqua Club. Mereka menjelajahi perairan di sekitar Pantai Cromer ketika kondisi Laut Utara relatif tenang selama musim panas.
Kondisi dasar laut yang sebagian tersingkap dari lapisan kapur dan pasir memungkinkan para penyelam melihat struktur yang sebelumnya tertutup. Bersama sejarawan lokal James Mindham, tim kemudian memotret dan mendokumentasikan sekitar 25 fitur buatan manusia.
Struktur yang ditemukan antara lain bangunan berbahan batu api, bagian fondasi, serta batu-batu yang telah dibentuk. Beberapa struktur bahkan masih memiliki ketinggian sekitar delapan hingga 10 lapisan batu.
Diduga Bagian dari Pemukiman Shipden
Para peneliti mengaitkan struktur bawah laut tersebut dengan Shipden, sebuah pemukiman yang berkembang pada masa Abad Pertengahan di kawasan Cromer.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Shipden pernah menjadi permukiman yang cukup berkembang. Dalam Domesday Book tahun 1086, wilayah tersebut tercatat memiliki 117 penduduk, sekitar tiga hektare padang rumput, kawasan hutan yang disebut mampu menampung 36 ekor babi, sebuah pelabuhan, serta dua gereja.
Ditelan Laut Utara Secara Bertahap
Shipden diyakini menghilang akibat proses erosi dan perubahan garis pantai yang berlangsung selama berabad-abad. Perluasan Laut Utara secara perlahan mengikis kawasan tempat pemukiman tersebut berada.
Salah satu peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah kawasan tersebut adalah badai besar Laut Utara pada Januari 1362. Badai tersebut turut memperparah perubahan garis pantai dan kerusakan kawasan pesisir.
Beberapa catatan sejarah menyebutkan reruntuhan Shipden masih dapat terlihat ketika air laut mengalami surut ekstrem. Bahkan terdapat legenda lokal mengenai suara lonceng gereja yang konon masih terdengar ketika terjadi badai di laut.
Dokumentasi 3D Bantu Ungkap Struktur Bawah Laut
Tim penyelam menggunakan teknik fotografi khusus untuk mendokumentasikan temuan. Foto-foto tersebut kemudian digunakan untuk membuat model tiga dimensi awal dari struktur yang berada di dasar laut.
Dokumentasi tersebut penting karena memberikan gambaran visual mengenai kondisi struktur setelah berabad-abad berada di bawah air. Tim menyebut dokumentasi ini sebagai salah satu rekaman pertama yang berhasil dibuat secara langsung terhadap struktur tersebut.
Masih Banyak Misteri yang Belum Terjawab
Meskipun temuan tersebut diduga berkaitan dengan Shipden, para peneliti masih melakukan kajian untuk memastikan fungsi setiap struktur.
Sejumlah fitur bawah laut belum dapat dipastikan apakah merupakan bagian dari bangunan, fasilitas pelabuhan, atau struktur yang berkaitan dengan upaya masyarakat masa lalu menghadapi erosi dan air laut. Karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mencocokkan bukti fisik dengan catatan sejarah yang tersedia.
Peter Stibbons dari Friends of Cromer Museum mengatakan tim masih menelaah berbagai dokumen abad pertengahan dan mencocokkannya dengan temuan fisik yang ada di dasar laut. Hasil penelitian dan rekonstruksi 3D tersebut rencananya akan dipublikasikan secara daring serta dipamerkan di Museum Cromer.
Pemukiman yang Hilang Menjadi Objek Penelitian
Penemuan di lepas pantai Cromer memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mempelajari lebih jauh sejarah pemukiman pesisir Inggris pada Abad Pertengahan. Struktur yang masih bertahan di bawah laut dapat memberikan informasi mengenai kehidupan masyarakat, bentuk bangunan, hingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Bagi dunia arkeologi, temuan semacam ini juga menunjukkan bagaimana perubahan lingkungan dan erosi pesisir dapat mengubah lanskap manusia dalam jangka waktu panjang. Reruntuhan Shipden kini menjadi bagian dari sejarah yang tersembunyi di bawah Laut Utara.








