Memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak 555 ribu santri untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya melalui kewirausahaan dan pengentasan kemiskinan. Gubernur menegaskan bahwa semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 1945 harus terus dilanjutkan sesuai tantangan zaman dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Guna mendukung kemandirian ekonomi pesantren, Pemprov Jateng mengoperasikan program Pesantren Obah yang dipimpin Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program ini mencakup beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri (seperti Yaman dan Mesir), bantuan operasional ponpes, pengembangan usaha santri, hingga insentif guru madrasah diniyah (madin) yang menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.
Bagaimana pandangan Anda mengenai peran aktif santri dan pondok pesantren dalam mendorong perekonomian serta pengentasan kemiskinan daerah?










