Berada di wilayah kepulauan tidak menjadi penghalang bagi SMK Negeri (SMKN) 61 Jakarta untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Berlokasi di Pulau Tidung, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sekolah vokasi ini berhasil mengantarkan puluhan alumninya bekerja di Jepang melalui program pelatihan yang terstruktur dan kemitraan dengan dunia industri.
Sejak tahun 2020, sebanyak 28 lulusan SMKN 61 Jakarta telah bekerja di berbagai perusahaan di Jepang. Pada tahun 2026, sekolah kembali menyiapkan 10 siswa untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang. Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui bantuan pelatihan yang mempermudah proses persiapan siswa sebelum diberangkatkan.
Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengatakan bahwa sekolah terus berupaya memperluas peluang kerja bagi lulusannya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk Jepang dan Taiwan. Menurutnya, dukungan pemerintah serta kerja sama dengan berbagai mitra industri menjadi faktor penting dalam membuka akses kerja internasional bagi para siswa.
Proses penempatan kerja dilakukan melalui kerja sama dengan balai pelatihan kerja sebelum para peserta melanjutkan seleksi dan penempatan di perusahaan mitra di Jepang. Seluruh proses juga memperhatikan aspek perlindungan tenaga kerja Indonesia agar para lulusan memperoleh pendampingan dan hak-hak yang sesuai selama bekerja di luar negeri.
Lulusan SMKN 61 Jakarta bekerja di berbagai sektor industri sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari agribisnis, perikanan, hingga konstruksi. Penempatan tersebut tidak selalu harus sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang yang tersedia.
Sebagai bentuk persiapan, sekolah memberikan pembekalan kepada siswa sejak duduk di kelas XII. Salah satu materi utama adalah pelatihan bahasa Jepang yang diajarkan oleh guru-guru yang memiliki pengalaman bekerja di Jepang. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, siswa juga dibekali pemahaman mengenai budaya kerja, etika profesional, serta kehidupan sehari-hari di negara tujuan sehingga lebih siap beradaptasi ketika bekerja.
Saat ini, SMKN 61 Jakarta memiliki 348 peserta didik. Sebagian besar berasal dari wilayah daratan Jakarta, sementara sisanya merupakan warga Kepulauan Seribu. Sekolah menyelenggarakan lima program keahlian, yaitu Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Nautika Kapal Penangkap Ikan, Agribisnis Perikanan Air Laut dan Payau, serta Kuliner.
Untuk mendukung pembelajaran berbasis kompetensi, sekolah menyediakan berbagai fasilitas praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri. Guru bersama siswa secara rutin melakukan praktik penggunaan alat komunikasi dan navigasi kapal, pemantauan lalu lintas kapal menggunakan radar, hingga simulasi pengoperasian mesin kapal. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
Keberhasilan SMKN 61 Jakarta membuktikan bahwa letak geografis bukanlah hambatan untuk meraih prestasi dan peluang kerja di tingkat global. Dengan dukungan pemerintah, kemitraan industri, serta pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja, lulusan sekolah vokasi dari Pulau Tidung mampu menunjukkan daya saing hingga ke mancanegara.









