Bukan cuma siswa, guru juga bisa menjadi korban bullying di sekolah.
Seorang guru SD Negeri 64 Kota Jambi diduga mengalami bullying di lingkungan sekolah. Kondisinya disebut semakin memburuk hingga harus dua kali dibawa ke IGD dan kemudian mendapatkan penanganan psikiater.
Kondisi terparah terjadi pada Senin malam, 3 Agustus 2026, ketika korban mengalami sesak napas dan dibawa ke RS Abdul Manaf Kota Jambi. Kondisi tersebut kembali kambuh pada Selasa subuh hingga korban kembali dibawa ke IGD.
“Senin malam dibawa ke rumah sakit karena sudah sesak napas. Selasa subuh kumat lagi, paginya dibawa ke IGD lagi,” ujar suami korban, Andy, Minggu (9/8/2026).
Tekanan yang dialami korban disebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga mental. Korban bahkan disebut semakin sering menangis dan memiliki buku harian untuk mencatat berbagai hal yang dialaminya.
“Dia sampai punya diari sendiri,” katanya.
Pada Rabu malam, keluarga kemudian membawa korban untuk mendapatkan penanganan dari psikiater karena kondisi mentalnya dinilai semakin berat.
Dugaan bullying ini juga telah mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Jambi dan DPRD Kota Jambi. Pihak terkait masih mengumpulkan informasi untuk menelusuri persoalan tersebut.
Hingga kini, sumber yang tersedia belum menjelaskan secara rinci bentuk bullying yang diduga dialami korban maupun pihak yang diduga terlibat.
Semoga proses penelusuran berjalan objektif dan korban mendapatkan pendampingan yang tepat. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru.









