Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 7 Bogor, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026). Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dudung menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal membangun gedung sekolah, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke berbagai wilayah.
“Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Dudung, dikutip dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Ia juga mengajak sekolah menjadikan SNT sebagai ruang bagi siswa untuk berkembang dan mengejar masa depan.
“Jadikanlah Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi tempat untuk berkembang, bermimpi setinggi-tingginya, dan terus mengejar masa depan pendidikan karakter yang lebih baik,” ujar dia.
Menurut Dudung, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, dan seluruh pihak yang terlibat.
Mengakhiri sambutannya, ia mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto:
“investasi pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa”.
17 SNT kini resmi beroperasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan sekolah-sekolah tersebut benar-benar mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, aman, dan memberi kesempatan yang lebih baik bagi setiap anak.









