Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 2 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis, 22 Mei 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus mendorong penerapan pendekatan deep learning di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Atip Latipulhayat meninjau sejumlah kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas. Ia berinteraksi dengan guru dan siswa serta mengamati bagaimana proses pembelajaran diterapkan untuk mendukung pengembangan kompetensi peserta didik.
Menurut Atip, pendekatan deep learning menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui metode ini, siswa tidak hanya dituntut menghafal materi pelajaran, tetapi juga memahami konsep secara mendalam sehingga mampu menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran yang mendalam dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Keterampilan tersebut dinilai sangat penting untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berubah serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Selain itu, pendekatan deep learning juga mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik dalam mengeksplorasi pengetahuan, memecahkan masalah, dan menemukan solusi melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan SMPN 2 Singaparna dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan karakter siswa. Ia berharap praktik-praktik baik yang diterapkan sekolah dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.
Penerapan deep learning sejalan dengan arah transformasi pendidikan yang tengah didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dengan fokus pada pemahaman konsep, refleksi, serta kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam berbagai situasi.
Melalui kunjungan tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Dengan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kompetensi unggul, karakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan








