Jakarta – Dua karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. resmi menjadi koleksi Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS), Inggris. Kedua buku tersebut membahas pengelolaan keberagaman agama dan pluralisme dalam bidang pendidikan.
Dua buku yang masuk dalam koleksi perpustakaan OCIS tersebut adalah “Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan” dan “Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan”. Keduanya secara resmi diserahkan kepada pihak OCIS pada Selasa, 22 September 2026.
Berdasarkan penelusuran katalog SOLO (Search Oxford Libraries Online), kedua karya tersebut tercatat sebagai karya menteri pendidikan Indonesia pertama yang masuk dalam koleksi perpustakaan OCIS. Setelah melalui proses katalogisasi, buku-buku tersebut dapat ditemukan melalui katalog daring perpustakaan Universitas Oxford dan diakses pembaca di ruang baca OCIS.
1. Kristen Muhammadiyah
Buku “Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan” ditulis Abdul Mu’ti bersama Fajar Riza Ul Haq, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Mendikdasmen.
Buku tersebut merupakan hasil penelitian mengenai pengalaman siswa dan mahasiswa Kristen serta Katolik yang menempuh pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Penelitian dilakukan antara lain di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan penduduk Muslim minoritas.
Salah satu pembahasan dalam buku tersebut adalah bagaimana keberagaman dapat dikelola di lingkungan pendidikan tanpa mencampuradukkan keyakinan agama. Peserta didik Kristen dan Katolik yang belajar di lembaga pendidikan Muhammadiyah tetap memperoleh pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya.
Buku ini juga mendapat kata pengantar dari almarhum Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE, yang pernah menjadi fellow di OCIS pada 1994–1995.
2. Pluralisme Positif
Buku kedua berjudul “Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan”. Buku ini ditulis Abdul Mu’ti bersama Azaki Khoirudin.
Karya tersebut membahas gagasan dan pengalaman Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keberagamaan yang inklusif melalui jalur pendidikan. Pendidikan dibahas sebagai salah satu ruang untuk mengelola kehidupan masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.
Koleksi Oxford Centre for Islamic Studies
Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) merupakan lembaga kajian Islam yang berafiliasi dengan Universitas Oxford. Lembaga tersebut berdiri pada 1985 dan perpustakaannya berfungsi sebagai perpustakaan rujukan dengan proses seleksi terhadap buku yang diusulkan untuk menjadi bagian dari koleksi.
Masuknya dua buku Abdul Mu’ti ke dalam koleksi OCIS menambah referensi mengenai pendidikan, pluralitas agama, dan pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola keberagaman yang dapat diakses dalam lingkungan akademik Oxford.



