Jakarta – Calon mahasiswa dan orang tua perlu mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan Universitas Indonesia (UI) dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Modus yang digunakan antara lain menawarkan jaminan kelulusan, mengaku memiliki koneksi dengan pihak kampus, hingga meminta pembayaran melalui mekanisme yang tidak resmi.
UI melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan kemudahan untuk masuk UI dengan imbalan uang atau pemberian tertentu. UI menegaskan bahwa kelulusan calon mahasiswa ditentukan berdasarkan hasil seleksi sesuai ketentuan pada jalur penerimaan yang diikuti.
1. Menawarkan Jaminan Lulus dengan Membayar
Modus pertama adalah menawarkan jaminan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Pelaku dapat mengklaim memiliki akses atau kemampuan untuk memastikan calon mahasiswa diterima di UI.
UI menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diberi kewenangan untuk menjamin kelulusan calon mahasiswa dengan imbalan tertentu. Proses penerimaan diselenggarakan secara adil, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan masing-masing jalur seleksi.
Kasus semacam ini perlu diwaspadai karena keinginan calon mahasiswa untuk diterima di perguruan tinggi tertentu dapat dimanfaatkan pelaku untuk menawarkan solusi instan.
2. Mengaku sebagai Orang Dalam UI
Modus berikutnya adalah pelaku mengaku mempunyai hubungan dengan pimpinan, pejabat, atau orang dalam UI.
Pelaku dapat mencatut nama pejabat atau pimpinan universitas untuk membuat tawarannya terlihat meyakinkan. UI secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang mengaku memiliki kedekatan dengan pimpinan UI atau pejabat dan kemudian menjanjikan kelulusan.
UI menegaskan bahwa tidak ada perorangan maupun lembaga yang diberi kewenangan untuk menjamin seorang calon mahasiswa dapat lolos seleksi.
3. Menawarkan Jalur Masuk Tidak Resmi
Calon mahasiswa juga perlu berhati-hati terhadap tawaran jalur khusus, jalur belakang, jalur rekomendasi, atau bentuk penerimaan lain yang tidak tercantum dalam informasi resmi UI.
Laman penerimaan UI menegaskan bahwa universitas tidak bekerja sama dengan pihak bimbingan belajar, bimbingan tes, atau lembaga sejenis untuk mengadakan try-out yang menjanjikan kemudahan diterima di UI.
Karena itu, setiap informasi mengenai jalur seleksi, persyaratan, jadwal, dan biaya sebaiknya diperiksa langsung melalui kanal resmi penerimaan UI.
4. Meminta Pembayaran di Luar Mekanisme Resmi
Modus lainnya adalah meminta calon mahasiswa mentransfer uang melalui rekening atau mekanisme pembayaran yang tidak ditetapkan universitas.
UI mengimbau calon mahasiswa melakukan pembayaran hanya melalui mekanisme dan kanal pembayaran resmi yang telah ditentukan. Kampus juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan uang kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi.
Calon mahasiswa sebaiknya tidak langsung melakukan transfer hanya karena mendapat pesan yang mengatasnamakan UI. Informasi pembayaran perlu dicocokkan dengan petunjuk yang tercantum pada laman penerimaan resmi.
Ada Kasus Dugaan Penipuan Rp380 Juta
Peringatan UI muncul di tengah adanya kasus dugaan penipuan penerimaan mahasiswa baru. Seorang warga di Kota Semarang dilaporkan menyerahkan Rp380 juta kepada seseorang yang mengaku dapat membantu anaknya masuk UI. Namun, anak korban akhirnya tidak dinyatakan lolos. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian.
Menurut laporan tersebut, pihak yang dilaporkan diduga mencatut nama pejabat dan pimpinan UI untuk meyakinkan korban. Kasus ini masih merupakan dugaan penipuan yang ditangani melalui proses hukum.
UI Tegaskan Kelulusan Berdasarkan Seleksi
UI menegaskan bahwa setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi. Kelulusan ditentukan berdasarkan hasil seleksi sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing jalur penerimaan.
Untuk tahun akademik 2026/2027, informasi penerimaan mahasiswa baru UI tersedia melalui laman resmi penerimaan UI. Informasi mengenai seleksi nasional seperti SNBP dan SNBT juga diarahkan ke laman resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru.
Cara Mengecek Informasi Penerimaan UI
Calon mahasiswa dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menghindari penipuan:
- Cek informasi melalui laman resmi UI.
- Jangan percaya pihak yang menjanjikan pasti lulus dengan membayar sejumlah uang.
- Jangan mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai orang dalam UI.
- Pastikan jalur penerimaan yang ditawarkan tercantum dalam informasi resmi.
- Lakukan pembayaran hanya melalui mekanisme yang ditentukan UI.
- Jangan memberikan data pribadi atau dokumen penting kepada pihak yang tidak terverifikasi.
- Simpan bukti percakapan dan transaksi apabila menemukan tawaran mencurigakan.
UI juga menyediakan layanan Sentra Informasi dan Pelayanan Publik (SIPP) untuk menerima laporan terkait tawaran atau permintaan dana mencurigakan yang mengatasnamakan UI maupun pimpinan universitas.
Laporkan Jika Menemukan Penipuan
Masyarakat dapat melaporkan informasi atau tawaran mencurigakan kepada SIPP UI melalui WhatsApp 0815-1500-0002 atau email [email protected]. UI juga mencantumkan layanan SIPP melalui nomor 1500 002.
UI mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan. Seluruh informasi mengenai proses penerimaan mahasiswa baru sebaiknya diperoleh dari kanal resmi universitas.








