Jakarta, 22 Agustus 2026 — Sebanyak 65 pelajar dari wilayah pedalaman dan pegunungan Papua tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura untuk melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten.
Kedatangan para pelajar tersebut disambut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk. Atas nama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua.
Menurut Ribka, upaya membawa anak-anak dari wilayah pedalaman dan pegunungan Papua untuk memperoleh pendidikan lanjutan merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kondisi geografis serta keterbatasan akses pendidikan menjadi tantangan tersendiri.
“Saya hanya bisa ucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat di Papua. Saya tadi katakan bahwa ini tidak gampang, satu pekerjaan menembus batas,” ujar Ribka.
Program Pendidikan Berjalan Sejak 2023
Para pelajar tersebut mengikuti program yang dijalankan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP). Program ini telah berlangsung sejak 2023 dengan memberikan pendampingan pendidikan kepada siswa sejak jenjang SMP.
Tidak hanya menyediakan akses pendidikan, para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama dan pendampingan selama menjalani pendidikan.
Ribka mengapresiasi keberlanjutan program tersebut karena para siswa tidak hanya dibantu untuk mendapatkan pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Jadi begitu direkrut dari SMP sampai dengan difasilitasi asrama dan semuanya, kemudian juga difasilitasi sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” katanya.
Berasal dari Sejumlah Wilayah Pedalaman Papua
Ke-65 pelajar tersebut berasal dari berbagai wilayah Papua, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup.
Mereka tidak datang seorang diri. Para pelajar didampingi oleh 32 orang yang terdiri atas rohaniawan, guru, dokter, perawat, dan tenaga medis.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan para pelajar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memperoleh dukungan selama menjalani pendidikan jauh dari daerah asal.
Lanjut Pendidikan di Tangerang
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di daerah asal, para pelajar mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.
Program YPHP tidak berhenti pada pendidikan menengah. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dengan demikian, program tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan pendidikan dalam jangka panjang, mulai dari SMP hingga jenjang pendidikan tinggi.
Wamendagri Minta Pelajar Serius Belajar
Ribka berpesan kepada para pelajar agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya.
Ia juga meminta mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang dan fokus mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan.
“Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Semua kebiasaan yang di sana kasih tinggal,” tuturnya.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi para pelajar Papua untuk memperoleh pendidikan yang lebih luas sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Membuka Akses Pendidikan hingga Perguruan Tinggi
Program pendidikan bagi pelajar dari pedalaman Papua tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan geografis.
Dengan dukungan asrama, guru, tenaga kesehatan, serta pendamping lainnya, para pelajar diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih optimal.
Program yang juga membuka akses hingga perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi Papua yang memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun Indonesia secara lebih luas.









