Bandung — Semangat peduli lingkungan mewarnai kegiatan Pesantren Ramadan di SMAN 24 Bandung pada Jumat (27/2/2026). Diawali dengan gowes yang dilakukan Rafi dan Artur, aksi ekologi di sekolah tersebut semakin terasa nyata dan penuh antusiasme.
Memasuki hari keempat Pesantren Ramadan, seluruh siswa turun langsung membersihkan lingkungan sekolah. Mulai dari ruang kelas hingga sudut-sudut sekolah, para peserta didik bergotong royong memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan tidak hanya sebatas aksi bersih-bersih. Edukasi mengenai pengelolaan sampah juga diberikan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Melalui sesi tersebut, siswa mendapatkan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah, mengurangi limbah, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Menariknya, sejumlah siswa turut berpartisipasi dengan datang ke sekolah menggunakan sepeda. Langkah ini menjadi simbol sederhana namun bermakna dalam upaya mengurangi emisi serta menumbuhkan kebiasaan ramah lingkungan di kalangan pelajar.
Kepala SMAN 24 Bandung, Lia Apriliana, menyampaikan bahwa konsep Pesantren Ramadan tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, hari ini adalah hari keempat kegiatan Pesantren Ekologi yang memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun sekarang, kegiatan keagamaan yang biasanya fokus pada hal ibadah, ditambah dengan kegiatan aksi ekologi. Ini sangat baik,” tuturnya.
Melalui Pesantren Ekologi, pihak sekolah ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesadaran lingkungan.
Lia berharap momentum Ramadan ini mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berakhlak baik, dan berkarakter Pancawaluya. Dengan sinergi antara pendidikan agama dan aksi nyata menjaga bumi, SMAN 24 Bandung menunjukkan bahwa gerakan kecil dapat memberi dampak besar bagi lingkungan.






































