Inovasi pembelajaran berbasis teknologi terus berkembang di dunia pendidikan. Salah satunya diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses belajar mengajar di kelas.
Di sekolah ini, AI tidak digunakan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang memperkuat kualitas pembelajaran. Teknologi tersebut dimanfaatkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), tahfiz, dan Bahasa Arab, agar lebih adaptif, personal, dan menyenangkan bagi siswa.
Guru berperan aktif dalam merancang pembelajaran berbasis AI. Misalnya, dalam materi tentang iman kepada kitab-kitab Allah, guru menyusun prompt sebagai tugas menulis bagi siswa. Selanjutnya, AI membantu menghadirkan penjelasan yang relevan dan mudah dipahami, sehingga siswa dapat mengeksplorasi materi dengan lebih mendalam.
Selain itu, siswa juga diajak belajar melalui pendekatan interaktif, seperti menggunakan fitur permainan dari Canva AI. Metode ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan tidak monoton, sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.
Pihak sekolah menegaskan bahwa penggunaan AI tetap sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan iman dan akhlak sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter siswa.
Dengan integrasi teknologi yang tepat, SD Muhammadiyah 1 Surakarta menunjukkan bahwa inovasi digital dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan, serta menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif di era modern.















