Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (6/3). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Abdul Muβti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul. Program tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada 2025 untuk pembangunan sarana pendidikan di seluruh Indonesia. Program ini mencakup pembangunan unit sekolah baru, tambahan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang menjangkau 16.167 satuan pendidikan.
Menurut Muβti, sarana dan prasarana yang memadai merupakan fondasi penting bagi proses pembelajaran di sekolah. Ia mengibaratkan infrastruktur pendidikan sebagai βragaβ yang menopang berlangsungnya proses belajar mengajar secara optimal.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital yang telah didistribusikan ke sekitar 288 ribu satuan pendidikan. Penggunaan perangkat ini disertai dengan pelatihan guru, penyediaan laptop, serta materi pembelajaran digital untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui berbagai kebijakan, seperti penerapan deep learning, penguatan kompetensi digital melalui pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi guru.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian penting. Melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, siswa diajak memulai hari dengan kegiatan positif seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, melakukan senam, serta berdoa bersama sebelum pembelajaran dimulai.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam upacara sekolah sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan dan karakter generasi muda.
Muβti juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 49 juta peserta didik di seluruh Indonesia. Program tersebut dinilai membantu meningkatkan kesehatan sekaligus semangat belajar siswa.
Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah sejalan dengan prioritas pembangunan pendidikan di Lamongan. Pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program pendidikan, termasuk Program Perintis yang telah memberikan dukungan beasiswa kepada hampir 8.000 siswa di daerah tersebut.
Pada 2025, Kabupaten Lamongan menerima bantuan revitalisasi untuk empat satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, 23 SD, dan 20 SMP. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Khoirul Anam, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah. Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga memberi semangat baru bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
βRevitalisasi ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan anak-anak dapat belajar di lingkungan yang layak, aman, dan modern. Kami yakin infrastruktur yang baik akan melahirkan generasi yang lebih hebat,β ujarnya.


































