Universitas Tanjungpura resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Magister Ilmu Farmasi. Pembukaan dua program studi baru tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan spesialis yang masih terbatas, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Peluncuran program dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, di Pontianak pada Selasa (19/5/2026). Pemerintah menilai percepatan pendidikan dokter spesialis menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah yang masih kekurangan tenaga medis ahli.
Menurut Fauzan, kebutuhan dokter anestesi di Kalimantan Barat masih sangat tinggi. Saat ini, jumlah dokter spesialis anestesi yang tersedia baru mampu memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan layanan kesehatan di daerah tersebut. Karena itu, pembukaan PPDS Anestesiologi di UNTAN diharapkan dapat membantu mempercepat pemerataan tenaga medis spesialis.
Rektor UNTAN, Garuda Wiko, menjelaskan bahwa program spesialis anestesi menjadi langkah awal kampus dalam mengembangkan pendidikan dokter spesialis berbasis universitas. UNTAN juga bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret sebagai fakultas pembina guna mendukung kualitas pendidikan dan pengembangan akademik program tersebut.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNTAN, Ita Armayanti, mengatakan kuota penerimaan mahasiswa PPDS Anestesiologi masih terbatas karena status program yang baru dibuka. Kampus menargetkan proses penerimaan mahasiswa dimulai dalam enam bulan ke depan untuk tahun ajaran 2026 melalui tahapan seleksi administrasi hingga wawancara.
Selain PPDS Anestesiologi, pembukaan Program Magister Ilmu Farmasi juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan riset kesehatan dan inovasi obat berbasis potensi lokal Kalimantan Barat. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus mendorong kemandirian riset farmasi di daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyambut positif pembukaan dua program studi baru tersebut. Kehadiran PPDS dan Magister Farmasi dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap tenaga medis dari luar wilayah.









