Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mempelajari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana perluasan pembelajaran bahasa Prancis di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan telah menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperkenalkan di seluruh tingkatan sekolah sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan kedua negara.
Menanggapi hal tersebut, Kemendikdasmen menyatakan akan mengkaji lebih lanjut berbagai aspek yang berkaitan dengan implementasi kebijakan tersebut. Kajian akan mencakup kesiapan kurikulum, ketersediaan tenaga pendidik, kebutuhan peserta didik, hingga mekanisme penerapan yang sesuai dengan sistem pendidikan nasional.
Rencana penguatan pembelajaran bahasa Prancis muncul seiring semakin eratnya hubungan Indonesia dan Prancis dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, riset, sains, teknologi, hingga kerja sama strategis lainnya. Presiden Prabowo menilai penguasaan bahasa asing menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan global yang semakin dinamis.
Pemerintah juga melihat bahwa kemampuan berbahasa asing dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti program pertukaran pelajar, maupun menjalin kolaborasi internasional di masa depan. Karena itu, berbagai opsi implementasi akan dipertimbangkan secara matang agar kebijakan yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan nasional.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan yang berdampak luas akan melalui proses kajian komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Rencana pembelajaran bahasa Prancis ini menjadi salah satu isu yang mengemuka setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang turut membahas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, energi bersih, pertahanan, dan pengembangan sumber daya manusia.









