Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melakukan penyesuaian pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA tahun 2026. Salah satu perubahan yang disiapkan adalah pengurangan jumlah soal matematika setelah hasil TKA 2025 menunjukkan capaian yang masih rendah pada mata pelajaran tersebut.
Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan TKA agar asesmen dapat mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih efektif tanpa membebani peserta ujian. Selain jumlah soal yang dikurangi, pemerintah juga akan melakukan penyempurnaan terhadap desain dan kualitas butir soal yang digunakan dalam tes.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebelumnya menyoroti rendahnya capaian matematika pada TKA SMA 2025. Menurutnya, kondisi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kemampuan siswa, tetapi juga dipengaruhi metode pembelajaran, kualitas bahan ajar, serta masih rendahnya tingkat numerasi di Indonesia.
Kemendikdasmen menilai perlu adanya pembenahan pembelajaran matematika agar siswa tidak lagi menganggap mata pelajaran tersebut sebagai sesuatu yang sulit dan menakutkan. Pemerintah juga terus mendorong penguatan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk meningkatkan minat belajar serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Selain perubahan jumlah soal, TKA 2026 juga akan menerapkan sejumlah penyesuaian teknis lainnya. Pelaksanaan tes dirancang lebih ramah bagi peserta dengan jadwal yang memungkinkan siswa fokus pada satu mata pelajaran dalam satu hari ujian. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengerjakan soal secara lebih optimal.
Tes Kemampuan Akademik sendiri merupakan asesmen terstandar yang bertujuan memberikan gambaran capaian akademik individu peserta didik. Hasil TKA dapat digunakan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam proses seleksi pendidikan lanjutan, sekaligus menjadi bahan evaluasi mutu pembelajaran di sekolah.
Melalui berbagai perbaikan yang dilakukan pada TKA 2026, Kemendikdasmen berharap asesmen dapat memberikan hasil yang lebih akurat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran matematika dan numerasi di Indonesia.









