Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka program Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi Tahun 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada dosen vokasi untuk melanjutkan studi jenjang doktor (S3) di berbagai perguruan tinggi dalam negeri dengan pembiayaan penuh dari pemerintah.
Beasiswa tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi profesional, serta kapasitas riset terapan dosen vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Program ini terbuka bagi dosen tetap yang berasal dari politeknik maupun sekolah vokasi di lingkungan Kemdiktisaintek.
Peserta yang lolos seleksi akan memperoleh berbagai komponen pendanaan, mulai dari biaya pendidikan, biaya hidup bulanan, bantuan penelitian, biaya buku dan bahan akademik, hingga biaya perjalanan selama masa studi.
Pada tahun 2026, terdapat 19 perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai penyelenggara program doktor bagi penerima beasiswa. Kampus tersebut antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB University), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga sejumlah politeknik unggulan di Indonesia.
Adapun syarat utama pendaftaran meliputi status sebagai dosen tetap pada politeknik atau sekolah vokasi, belum memiliki gelar doktor, memiliki surat penerimaan dari program doktor yang dituju, serta berusia maksimal 50 tahun. Pelamar juga diwajibkan memiliki izin studi dari instansi terkait dan menyiapkan rencana penelitian doktoral yang relevan dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Kemdiktisaintek dan dibuka mulai 4 Mei hingga 30 Juni 2026. Setelah tahap administrasi, peserta akan mengikuti seleksi akademik dan wawancara sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak dosen vokasi yang memiliki kualifikasi doktor sehingga mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi vokasi, meningkatkan produktivitas riset terapan, serta menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan industri.









