Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap bahwa rata-rata masyarakat Indonesia membutuhkan waktu sekitar 19,8 bulan atau hampir 20 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya. Temuan tersebut berasal dari laporan bertajuk Transisi Tenaga Kerja di Indonesia: Profil dan Gambaran Durasi Pencarian Kerja yang menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.
Penelitian tersebut mendefinisikan durasi pencarian kerja sebagai waktu yang dibutuhkan seseorang untuk memperoleh pekerjaan atau membuka usaha setelah menyelesaikan pendidikan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa masa transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja masih menjadi tantangan bagi banyak lulusan di Indonesia.
LPEM FEB UI menemukan bahwa tingkat pendidikan turut memengaruhi lamanya seseorang memperoleh pekerjaan. Meski pendidikan tinggi umumnya meningkatkan peluang kerja, lulusan perguruan tinggi justru kerap menghadapi masa tunggu yang lebih panjang dibandingkan lulusan pendidikan yang lebih rendah. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara bidang pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja serta tingginya ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan yang diharapkan.
Dalam laporan tersebut, lulusan program sarjana hingga doktor pada generasi pekerja terbaru tercatat membutuhkan rata-rata sekitar 16 hingga 17 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, lulusan diploma membutuhkan waktu sekitar 18 bulan, sedangkan lulusan SMA dan sederajat rata-rata memerlukan lebih dari 21 bulan untuk memasuki dunia kerja.
Selain tingkat pendidikan, terdapat sejumlah faktor lain yang memengaruhi lama pencarian kerja. Faktor-faktor tersebut antara lain pengalaman kerja, keterampilan yang dimiliki, kesesuaian jurusan dengan kebutuhan industri, lokasi tempat tinggal, ekspektasi upah, hingga faktor gender. Semua aspek tersebut berperan dalam menentukan cepat atau lambatnya seseorang memperoleh pekerjaan setelah lulus.
LPEM FEB UI menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman magang, pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan keterampilan digital menjadi aspek penting yang dapat membantu mempercepat transisi lulusan menuju pasar kerja.
Temuan ini juga menjadi pengingat bagi institusi pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun peluang kewirausahaan.
Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang cepat, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, komunikasi, serta penguasaan teknologi menjadi modal penting bagi lulusan baru. Kompetensi tersebut dinilai semakin menentukan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Melalui hasil survei ini, LPEM FEB UI berharap berbagai pihak dapat bersama-sama memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pendidikan sehingga masa tunggu kerja lulusan dapat dipersingkat. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat lebih cepat terserap ke dunia kerja dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.









