idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, 11 September 2026
  • Beranda
  • Berita

    Webinar Belanja Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis melalui SIPLah, Catat Jadwalnya!

    Kegiatan Kokurikuler di Sekolah: Kenali Kriteria Utama agar Belajar Makin Bermakna

    Ruang Publik Rumah Pendidikan Jadi Wadah Kolaborasi, Saatnya Berbagi Ide dan Praktik Baik untuk Pendidikan Bermutu

    AI Makin Banyak Digunakan Perusahaan, tapi Ini Kunci Agar Benar-Benar Menghasilkan Nilai Bisnis

    Bukan Saling Menjatuhkan! Ini Alasan Pembelajaran Kolaboratif Penting bagi Siswa

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    815 Guru ASN DKI Diprofiling, Jadi Dasar Penguatan Kompetensi dan Kualitas Pendidikan

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Novi, AO PNM Mekaar di Pulau Sebatik: Dampingi Perempuan dari Pekerja hingga Jadi Bos Usaha Sendiri

    Apakah Baptisan di Gereja Protestan Diakui Sah oleh Gereja Katolik? Ini Penjelasannya

    Ivon Rahmani Lulus Doktor di UIN Jakarta, Sempat Cemas karena Non-Muslim

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Webinar Belanja Bantuan Pemerintah Sarana Keterampilan Menulis melalui SIPLah, Catat Jadwalnya!

    Kegiatan Kokurikuler di Sekolah: Kenali Kriteria Utama agar Belajar Makin Bermakna

    Ruang Publik Rumah Pendidikan Jadi Wadah Kolaborasi, Saatnya Berbagi Ide dan Praktik Baik untuk Pendidikan Bermutu

    AI Makin Banyak Digunakan Perusahaan, tapi Ini Kunci Agar Benar-Benar Menghasilkan Nilai Bisnis

    Bukan Saling Menjatuhkan! Ini Alasan Pembelajaran Kolaboratif Penting bagi Siswa

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Oknum Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan, Perkara Masuk Tahap Persidangan

    815 Guru ASN DKI Diprofiling, Jadi Dasar Penguatan Kompetensi dan Kualitas Pendidikan

    PPG Calon Guru 2026: Cek Daftar Bidang Studi dan Jumlah Peserta yang Lulus

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Novi, AO PNM Mekaar di Pulau Sebatik: Dampingi Perempuan dari Pekerja hingga Jadi Bos Usaha Sendiri

    Apakah Baptisan di Gereja Protestan Diakui Sah oleh Gereja Katolik? Ini Penjelasannya

    Ivon Rahmani Lulus Doktor di UIN Jakarta, Sempat Cemas karena Non-Muslim

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

LPEM FEB UI Ungkap Lulusan Indonesia Butuh Hampir 2 Tahun untuk Mendapat Kerja

11 June 2026
in Berita
2 min read
248
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap bahwa rata-rata masyarakat Indonesia membutuhkan waktu sekitar 19,8 bulan atau hampir 20 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya. Temuan tersebut berasal dari laporan bertajuk Transisi Tenaga Kerja di Indonesia: Profil dan Gambaran Durasi Pencarian Kerja yang menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.

Penelitian tersebut mendefinisikan durasi pencarian kerja sebagai waktu yang dibutuhkan seseorang untuk memperoleh pekerjaan atau membuka usaha setelah menyelesaikan pendidikan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa masa transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja masih menjadi tantangan bagi banyak lulusan di Indonesia.

LPEM FEB UI menemukan bahwa tingkat pendidikan turut memengaruhi lamanya seseorang memperoleh pekerjaan. Meski pendidikan tinggi umumnya meningkatkan peluang kerja, lulusan perguruan tinggi justru kerap menghadapi masa tunggu yang lebih panjang dibandingkan lulusan pendidikan yang lebih rendah. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara bidang pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja serta tingginya ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan yang diharapkan.

Dalam laporan tersebut, lulusan program sarjana hingga doktor pada generasi pekerja terbaru tercatat membutuhkan rata-rata sekitar 16 hingga 17 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, lulusan diploma membutuhkan waktu sekitar 18 bulan, sedangkan lulusan SMA dan sederajat rata-rata memerlukan lebih dari 21 bulan untuk memasuki dunia kerja.

Selain tingkat pendidikan, terdapat sejumlah faktor lain yang memengaruhi lama pencarian kerja. Faktor-faktor tersebut antara lain pengalaman kerja, keterampilan yang dimiliki, kesesuaian jurusan dengan kebutuhan industri, lokasi tempat tinggal, ekspektasi upah, hingga faktor gender. Semua aspek tersebut berperan dalam menentukan cepat atau lambatnya seseorang memperoleh pekerjaan setelah lulus.

LPEM FEB UI menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman magang, pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan keterampilan digital menjadi aspek penting yang dapat membantu mempercepat transisi lulusan menuju pasar kerja.

Temuan ini juga menjadi pengingat bagi institusi pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun peluang kewirausahaan.

Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang cepat, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, komunikasi, serta penguasaan teknologi menjadi modal penting bagi lulusan baru. Kompetensi tersebut dinilai semakin menentukan daya saing tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Melalui hasil survei ini, LPEM FEB UI berharap berbagai pihak dapat bersama-sama memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pendidikan sehingga masa tunggu kerja lulusan dapat dipersingkat. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat lebih cepat terserap ke dunia kerja dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.

Tags: dunia kerjadunia usaha dan industriEkonomi Indonesiaketenagakerjaan nasionalketerampilan kerjaKompetensi KerjaLPEM FEB UIlulusan IndonesiaLulusan Perguruan Tinggilulusan sarjanamagang mahasiswamasa tunggu kerjapasar kerja Indonesiapeluang kerjapencari kerja Indonesiapendidikan dan industripendidikan indonesiapendidikan tinggipengangguran terdidikSakernas 2025SDM Indonesiasurvei ketenagakerjaanTenaga Kerja Indonesiatransisi kerjauniversitas indonesia
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In