Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) untuk mendukung implementasi program Kecamatan Berdaya. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 10 kabupaten/kota guna membantu memetakan berbagai persoalan daerah, menggali potensi desa, serta menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berharap keterlibatan mahasiswa mampu mempercepat pembangunan berbasis wilayah melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan solusi yang tepat bagi masyarakat.
Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat, para mahasiswa KKN juga membawa berbagai inovasi yang dapat diterapkan di desa. Program tersebut meliputi edukasi kesehatan, pengelolaan sampah menjadi eco enzyme, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pihak Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui pelaksanaan KKN yang berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, kegiatan KKN diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan di tingkat kecamatan dan desa.
Program Kecamatan Berdaya menjadi salah satu langkah Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Kehadiran ribuan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat lahirnya berbagai solusi inovatif yang mendukung kesejahteraan warga dan kemajuan daerah.










