BOYOLALI – Proses belajar mengajar di SD Negeri 2 Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, harus dipindahkan ke sejumlah ruangan alternatif setelah tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Kondisi bangunan yang dinilai membahayakan membuat sekolah mengambil langkah cepat demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Untuk sementara waktu, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di berbagai fasilitas yang masih layak digunakan, seperti musala, ruang guru, perpustakaan, ruang komputer, hingga ruang kepala sekolah. Penyesuaian tersebut dilakukan agar proses belajar tetap berlangsung meskipun sarana kelas terbatas.
Pihak sekolah mengatur jadwal penggunaan setiap ruangan agar seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar tanpa mengurangi jam pelajaran yang telah ditetapkan.
Meski harus belajar di lokasi yang berbeda-beda, para guru tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran agar siswa tetap nyaman dan mampu mengikuti kegiatan belajar secara optimal.
Sebagai langkah jangka panjang, SDN 2 Ketaon telah mengajukan anggaran revitalisasi gedung sekolah sebesar Rp636 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sehingga dapat kembali digunakan dengan aman.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali memastikan SDN 2 Ketaon telah masuk dalam daftar prioritas revitalisasi sekolah pada tahun ini.
Selain menyiapkan proses perbaikan gedung, Disdikbud juga menyiapkan solusi sementara dengan memanfaatkan SD Negeri 1 Ketaon sebagai lokasi alternatif apabila kondisi bangunan SDN 2 Ketaon dinilai semakin berisiko untuk digunakan.
Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Pemerintah Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Sekolah berharap proses revitalisasi dapat segera direalisasikan sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan mendukung proses pembelajaran secara maksimal.










