JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peserta didik di Sekolah Garuda harus memiliki mental petarung agar mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing suatu bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Brian mengatakan bahwa kompetisi antarnegara saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam atau kemajuan teknologi, melainkan pada kemampuan mencetak talenta-talenta unggul yang mampu berinovasi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Ia menilai Indonesia harus menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, serta daya juang tinggi agar mampu bersaing dengan talenta dari berbagai negara.
“Saat ini persaingan bangsa-bangsa di dunia merupakan persaingan talenta. Karena itu, kita ingin talenta Indonesia mampu menembus kompetisi global dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Brian.
Menurutnya, para siswa Sekolah Garuda maupun penerima Beasiswa Garuda merupakan generasi yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, mereka harus memiliki semangat pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, dan kemampuan menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi.
Brian mengingatkan bahwa karakter seorang petarung tidak dibangun melalui keluhan, tetapi melalui kemampuan menghadapi kesulitan dengan solusi dan kerja keras.
Ia menegaskan bahwa setiap tantangan merupakan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Karena itu, peserta didik diharapkan memiliki pola pikir yang tangguh serta terus meningkatkan kemampuan diri tanpa mudah menyerah.
Selain menanamkan semangat juang kepada peserta didik, Brian juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari dukungan keluarga serta dedikasi para pendidik yang membimbing selama proses belajar.
Ia berpesan agar para siswa senantiasa menghormati dan mengingat jasa guru yang telah memberikan ilmu pengetahuan, motivasi, serta membentuk karakter mereka hingga mampu meraih berbagai prestasi.
Dalam rangka memperkuat pengembangan talenta nasional, pemerintah terus memperluas Program Sekolah Garuda di berbagai daerah. Hingga tahun 2026, pemerintah telah menetapkan 42 Sekolah Garuda Transformasi yang menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 80 Sekolah Garuda Transformasi pada tahun 2029, sehingga semakin banyak peserta didik yang memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas dan pembinaan talenta unggul.
Selain itu, pemerintah juga tengah membangun 20 SMA Unggul Garuda sebagai pusat pengembangan calon pemimpin masa depan Indonesia. Empat sekolah pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran ini sebagai tahap awal implementasi program.
Melalui pengembangan Sekolah Garuda dan SMA Unggul Garuda, pemerintah berharap lahir semakin banyak generasi muda yang berprestasi, memiliki karakter kuat, berdaya saing global, serta siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju di masa mendatang.










