JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka Program Beasiswa Doctor by Research (DBR) 2026. Program ini ditujukan untuk mencetak lebih banyak peneliti bergelar doktor sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.
Melalui skema ini, lulusan sarjana (S1) maupun magister (S2) berkesempatan menempuh pendidikan doktor berbasis riset pada berbagai bidang strategis yang menjadi prioritas pembangunan Indonesia.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan bahwa pengembangan talenta riset dirancang secara berkelanjutan, mulai dari magang mahasiswa hingga program doktor dan pascadoktoral.
“Pengembangan talenta riset dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan magister dan doktor berbasis riset (degree by research), hingga program pascadoktoral, joint research visit, dan visiting researcher,” ujarnya.
Fokus pada Bidang Strategis Nasional
Program Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi (DTRI) menjadi salah satu skema utama yang disiapkan BRIN untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang riset.
Beasiswa ini difokuskan pada sejumlah sektor prioritas nasional, yaitu:
- Kesehatan
- Ketahanan pangan
- Digitalisasi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan semikonduktor
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Pertahanan
- Material dan manufaktur maju
- Energi
- Kemaritiman
Melalui bidang-bidang tersebut, pemerintah berharap lahir lebih banyak peneliti yang mampu menghasilkan inovasi untuk mendukung daya saing Indonesia.
Bermitra dengan Kampus Dalam dan Luar Negeri
Selain program DTRI, BRIN juga membuka skema Doctor by Research (DBR) yang didukung oleh LPDP melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama.
Di dalam negeri, program ini bermitra dengan sejumlah kampus, antara lain:
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Indonesia (UI)
Sementara untuk luar negeri, peserta dapat menempuh studi di berbagai universitas di Inggris, Australia, Prancis, dan Belanda yang menjadi mitra penyelenggara.
Persyaratan Pendaftaran
Calon pelamar wajib memenuhi sejumlah ketentuan, di antaranya:
- Warga Negara Indonesia (tidak termasuk CPNS, TNI, dan Polri).
- Memiliki IPK minimal 3,25 pada skala 4,00.
- Usia maksimal 40 tahun bagi pelamar umum dan 42 tahun bagi pelamar PNS.
Selain itu, peserta juga harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris.
Untuk tujuan studi dalam negeri:
- TOEFL ITP minimal 530.
- TOEFL iBT minimal 70.
- IELTS minimal 6.0.
- PTE Academic minimal 50.
- Duolingo minimal 110.
Untuk tujuan studi luar negeri:
- TOEFL iBT minimal 80.
- IELTS minimal 6.5.
- PTE Academic minimal 58.
- Duolingo minimal 120.
Tetap Boleh Bekerja Selama Studi
Proses seleksi meliputi tiga tahapan, yaitu seleksi administrasi, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi.
Menariknya, peserta yang dinyatakan lolos tetap diperbolehkan menjalankan pekerjaan selama mengikuti pendidikan doktor, sehingga program ini memberikan fleksibilitas bagi para profesional maupun peneliti aktif.
Wajib Mengabdi di Indonesia
Sebagai penerima beasiswa LPDP, lulusan diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Masa pengabdian yang harus dipenuhi adalah dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n + 1). Setelah lulus, alumni juga memiliki kesempatan mengikuti berbagai program lanjutan BRIN, seperti pascadoktoral, joint research, maupun program mobilitas periset untuk terus mengembangkan kapasitas riset mereka.
Program Beasiswa Doctor by Research diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan jumlah doktor di Indonesia, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.









