TANJUNGPINANG – Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan Main Raya Anak Nusantara yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mengusung tema “Semua Setara, Riang Bersama”, kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menghadirkan ruang bermain yang inklusif melalui berbagai permainan tradisional.
Ratusan anak tampak antusias mengikuti beragam permainan yang tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga menjadi sarana belajar, berinteraksi, serta memperkuat nilai kebersamaan.
Selvi Gibran Bermain Bersama Anak-anak
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, serta jajaran anggota Seruni KMP.
Dalam kesempatan itu, Selvi Gibran turut berbaur bersama anak-anak memainkan berbagai permainan tradisional, seperti lompat karet, congklak, kelereng, hingga Perahu Jong, permainan khas Kepulauan Riau.
Selvi menilai permainan tradisional tetap mampu memberikan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus menjadi alternatif positif di tengah maraknya penggunaan gawai.
Menurutnya, permainan sederhana yang diwariskan secara turun-temurun masih relevan untuk membangun interaksi sosial dan menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan.
Wamendikdasmen: Bermain Adalah Cara Anak Belajar
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Ia menekankan bahwa proses pembelajaran harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Karena dunia anak adalah dunia bermain, maka proses belajar seharusnya dikemas melalui aktivitas bermain sambil belajar agar lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka.
Permainan Tradisional Lestarikan Budaya Nusantara
Antusiasme peserta juga dirasakan oleh Kristo Susanto, siswa kelas XII Bisnis Retail 3 SMKN 1 Tanjungpinang, yang mengikuti permainan Perahu Jong.
Menurutnya, kegiatan seperti Main Raya Anak Nusantara menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan permainan tradisional dan budaya daerah kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Ruang Bermain Inklusif untuk Semua Anak
Guru SLB Negeri 2 Tanjungpinang, Sela Melinda, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan ruang bermain yang inklusif bagi seluruh anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena peserta didik dari SLB dapat ikut merasakan suasana belajar dan bermain bersama dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut.
Belajar Melalui Permainan yang Menyenangkan
Melalui Main Raya Anak Nusantara, Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu menumbuhkan karakter, rasa percaya diri, kepedulian, kemampuan bersosialisasi, serta semangat kebersamaan.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang tumbuh yang aman, menyenangkan, inklusif, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.









