SOLO – Asap tebal akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo kembali mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMAN 8 Surakarta, Kamis (3/9/2026).
Kepulan asap yang terbawa angin hingga ke kawasan sekolah membuat udara di lingkungan SMAN 8 Solo sempat menjadi keruh. Kondisi tersebut juga mengganggu kenyamanan warga sekolah, terutama ketika asap bergerak semakin dekat dengan area sekolah.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah meminta siswa dan seluruh warga sekolah menggunakan masker serta menghindari aktivitas di luar ruangan.
Asap Tebal Masuk ke Lingkungan SMAN 8 Solo
Kepala SMAN 8 Solo, Sukarno, menjelaskan asap mulai menyelimuti kawasan sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, angin bergerak ke arah selatan sehingga kepulan asap dari kawasan TPA Putri Cempo terbawa menuju lingkungan sekolah.
Asap bahkan terlihat seperti menutupi langit di sekitar sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan cahaya matahari tidak dapat menembus secara maksimal dan udara terasa lebih keruh akibat bercampur dengan partikel dari kebakaran sampah.
Paparan asap sempat membuat kondisi pernapasan warga sekolah terasa kurang nyaman. Karena itu, sekolah langsung mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa maupun guru.
Siswa Diminta Tetap di Dalam Kelas
Ketika asap mulai memasuki kawasan sekolah, siswa diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi warga sekolah diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang diterapkan sekolah. Masker juga dibagikan kepada siswa dan warga sekolah yang membutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian mengingat asap kebakaran sampah dapat mengurangi kualitas udara dan berpotensi mengganggu kenyamanan pernapasan.
Sekolah juga mengimbau siswa untuk tidak keluar kelas apabila kondisi asap kembali memburuk.
Sekolah Keluarkan Surat Edaran untuk Orang Tua
Selain membagikan masker, pihak SMAN 8 Solo juga telah mengeluarkan surat edaran kepada wali murid.
Melalui surat tersebut, orang tua diberi informasi mengenai kondisi lingkungan sekolah dan imbauan agar siswa menggunakan masker ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sekolah juga menyediakan masker tambahan apabila siswa maupun warga sekolah kembali membutuhkan perlindungan selama beraktivitas.
Dengan langkah tersebut, sekolah berharap proses pembelajaran tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan dan kenyamanan siswa.
Asap Berangsur Hilang Sore Hari
Kondisi di lingkungan SMAN 8 Solo mulai membaik sekitar pukul 15.00 WIB.
Angin yang sebelumnya membawa asap ke arah sekolah berangsur tenang. Kepulan asap pun tidak lagi melintas secara signifikan di kawasan sekolah.
Meski demikian, sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan.
Kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Jika arah angin kembali berubah dan asap memasuki kawasan sekolah, langkah antisipasi seperti penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan dapat kembali dilakukan.
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Sepenuhnya Padam
Dampak asap yang dirasakan SMAN 8 Solo terjadi ketika kebakaran di TPA Putri Cempo masih dalam proses penanganan.
Pada Kamis (3/9/2026), sejumlah titik api masih terlihat di kawasan TPA. Petugas gabungan dari berbagai wilayah terus melakukan pemadaman, termasuk menangani bara yang berada di dalam tumpukan sampah.
Kebakaran tersebut sebelumnya mulai terjadi pada Rabu (2/9/2026) malam. Api kemudian berkembang di sejumlah blok TPA dan menghasilkan kepulan asap yang cukup tebal.
Arah pergerakan asap sangat bergantung pada kondisi angin sehingga wilayah yang terdampak dapat berubah sewaktu-waktu.
Sekolah Lain Juga Terdampak Asap
Dampak kebakaran TPA Putri Cempo tidak hanya dirasakan SMAN 8 Solo.
Di wilayah Plesungan, Kabupaten Karanganyar, asap juga mencapai lingkungan sekolah. Siswa SD Negeri 2 Plesungan bahkan harus menggunakan masker saat kegiatan belajar mengajar, sementara sebagian siswa dipulangkan lebih awal ketika kondisi asap mengganggu lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran TPA dapat meluas mengikuti arah angin dan tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Karena itu, pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga menjadi penting selama proses pemadaman berlangsung.
Pemkot Solo Tetapkan Status Tanggap Darurat
Perkembangan kebakaran TPA Putri Cempo kemudian mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Solo.
Pada Kamis malam (3/9/2026), Wali Kota Solo Respati Ardi menetapkan status tanggap darurat kebakaran TPA Putri Cempo selama 14 hari.
Pemkot juga menyiapkan upaya pemadaman melalui udara atau water bombing dengan dukungan Polda Jawa Tengah, apabila kondisi cuaca memungkinkan. Langkah tersebut dipilih karena sebagian titik api berada di bagian dalam tumpukan sampah sehingga sulit dijangkau secara langsung oleh armada pemadam.
Penanganan juga melibatkan personel dan armada pemadam dari sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Kesehatan Siswa Tetap Jadi Prioritas
Paparan asap kebakaran sampah menjadi perhatian tersendiri bagi lingkungan sekolah karena siswa melakukan aktivitas belajar selama beberapa jam di dalam maupun sekitar area sekolah.
Karena itu, keputusan SMAN 8 Solo untuk meminta siswa menggunakan masker dan menghindari aktivitas luar ruangan merupakan bentuk langkah pencegahan.
Selain penggunaan masker, kondisi lingkungan sekolah perlu terus dipantau. Jika asap kembali masuk dengan intensitas tinggi, sekolah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah berikutnya demi keselamatan warga sekolah.
Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi cepat antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan instansi kesehatan ketika terjadi bencana yang berpotensi memengaruhi lingkungan pendidikan.
Kesimpulan
Kebakaran TPA Putri Cempo kembali berdampak terhadap aktivitas pendidikan di Solo. Pada Kamis (3/9/2026), SMAN 8 Surakarta sempat diselimuti asap tebal setelah angin membawa kepulan asap dari lokasi kebakaran ke arah selatan.
Pihak sekolah kemudian meminta siswa menghindari aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker. Masker juga dibagikan kepada warga sekolah, sementara surat edaran disampaikan kepada wali murid.
Sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi mulai membaik setelah angin berangsur tenang dan asap tidak lagi melintas di kawasan sekolah.
Namun, karena kebakaran TPA Putri Cempo masih dalam penanganan, sekolah tetap perlu mewaspadai perubahan arah angin dan kondisi udara. Pemerintah Kota Solo sendiri telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran TPA bukan hanya persoalan pemadaman api, tetapi juga menyangkut kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas pendidikan di wilayah yang terdampak.













