idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, 25 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    Kemendikdasmen Terima Hibah Lahan 3 Hektare di Kalimantan Utara untuk Pembangunan Kantor GTK

    Juara Kelas Indonesia 2026, Kompetisi Nasional untuk Mengasah Literasi, Numerasi, dan Karakter Siswa

    PPID Kemendikdasmen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Masyarakat Bisa Ajukan Permohonan Informasi

    TKA 2026 SMA/SMK Dimulai 26 Oktober, Kemendikdasmen Siapkan 3,86 Juta Peserta

    AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Kemendikdasmen Gandeng Dewan Pendidikan, Fokus Atasi Anak Putus Sekolah dan Kesejahteraan Guru

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Kemendikdasmen Terima Hibah Lahan 3 Hektare di Kalimantan Utara untuk Pembangunan Kantor GTK

    Juara Kelas Indonesia 2026, Kompetisi Nasional untuk Mengasah Literasi, Numerasi, dan Karakter Siswa

    PPID Kemendikdasmen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Masyarakat Bisa Ajukan Permohonan Informasi

    TKA 2026 SMA/SMK Dimulai 26 Oktober, Kemendikdasmen Siapkan 3,86 Juta Peserta

    AI Makin Masif di Kampus, Dosen Juga Pakai Kecerdasan Buatan untuk Menilai Tugas Mahasiswa?

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Kemendikdasmen Gandeng Dewan Pendidikan, Fokus Atasi Anak Putus Sekolah dan Kesejahteraan Guru

    20 Guru di Ambon Diduga Jadi Korban Penipuan SK Kenaikan Pangkat Bodong, Inspektorat Turun Tangan

    Kreatif! Guru Ubah Lirik Lagu Jadi Media Pembelajaran agar Siswa Lebih Mudah Mengingat Materi

    Komunitas Belajar Strada Bekasi Gelar Pelatihan Koding dan AI untuk Guru SD Kelas V dan VI

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Skor PISA 2025 Indonesia Naik di Literasi dan Sains, Ini Rinciannya

10 September 2026
in Berita
7 min read
252
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 membawa kabar beragam bagi pendidikan Indonesia. Kemampuan peserta didik Indonesia dalam bidang membaca dan sains mengalami kenaikan skor dibandingkan PISA 2022, sementara skor matematika justru mengalami penurunan.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD merilis hasil PISA 2025 pada 8 September 2026. Penilaian ini melibatkan lebih dari 760.000 siswa berusia 15 tahun dari 91 negara dan ekonomi di dunia. Di Indonesia, sebanyak 14.168 siswa dari 419 sekolah mengikuti asesmen tersebut.

PISA sendiri mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan kehidupan nyata. Pada PISA 2025, sains menjadi fokus utama, sementara membaca dan matematika menjadi bidang minor.

Skor Membaca Indonesia Naik 6 Poin

Salah satu hasil positif terlihat pada kemampuan membaca.

Skor membaca siswa Indonesia meningkat dari 359 poin pada PISA 2022 menjadi 365 poin pada PISA 2025, atau naik 6 poin. Kenaikan serupa juga terjadi pada kemampuan sains.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. OECD mencatat bahwa secara keseluruhan hasil Indonesia pada 2025 masih berada pada kisaran yang secara statistik tidak berbeda signifikan dibandingkan 2022.

Dalam kemampuan membaca, sekitar 27 persen siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih tinggi. Pada tingkat ini, siswa setidaknya mampu menemukan gagasan utama dari teks dengan panjang sedang, mencari informasi berdasarkan kriteria tertentu, serta melakukan refleksi terhadap tujuan dan bentuk teks ketika mendapat arahan.

Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai sekitar 69 persen.

Artinya, meskipun terdapat kenaikan skor, tantangan literasi membaca di Indonesia masih besar.

Skor Sains Naik dari 383 Menjadi 389

Kabar positif berikutnya datang dari bidang sains yang menjadi fokus utama PISA 2025.

Skor sains Indonesia meningkat dari 383 pada 2022 menjadi 389 pada 2025, naik 6 poin.

Dalam penilaian PISA, kemampuan sains tidak sekadar menghafal rumus atau fakta. Siswa dituntut mampu menggunakan pengetahuan ilmiah untuk memahami fenomena, membaca data, mengevaluasi kesimpulan, serta memecahkan persoalan.

Di Indonesia, sekitar 37 persen siswa mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam sains. Sementara rata-rata OECD berada di angka 74 persen.

Pada Level 2, siswa setidaknya dapat mengenali penjelasan yang tepat mengenai fenomena ilmiah yang sudah dikenal dan menggunakan informasi yang tersedia untuk menilai apakah suatu kesimpulan didukung data.

Meski demikian, hampir tidak ada siswa Indonesia yang masuk kategori top performer Level 5 atau 6 dalam sains. Rata-rata OECD untuk kelompok tersebut mencapai sekitar 7 persen.

Matematika Justru Turun 2 Poin

Berbeda dengan membaca dan sains, kemampuan matematika Indonesia mengalami penurunan.

Skor matematika turun dari 366 poin pada PISA 2022 menjadi 364 poin pada PISA 2025, atau berkurang 2 poin.

Kemampuan matematika menjadi salah satu pekerjaan rumah penting karena hanya sekitar 17 persen siswa Indonesia yang mencapai Level 2 atau lebih tinggi, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 65 persen.

Siswa yang berada pada Level 2 setidaknya mampu memahami dan mengenali representasi matematika sederhana dalam situasi tertentu tanpa instruksi langsung.

Sementara itu, hampir tidak ada siswa Indonesia yang masuk kategori performa tertinggi Level 5 atau 6 dalam matematika.

Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata OECD

Meskipun terdapat kenaikan skor pada dua bidang, capaian Indonesia secara keseluruhan masih berada di bawah rata-rata negara OECD.

Pada PISA 2025, rata-rata OECD mencapai sekitar:

  • Sains: 482 poin
  • Matematika: 472 poin
  • Membaca: 476 poin

Sementara Indonesia mencatat:

  • Sains: 389 poin
  • Matematika: 364 poin
  • Membaca: 365 poin

OECD menegaskan bahwa siswa Indonesia masih mencatat hasil di bawah rata-rata OECD dalam ketiga bidang tersebut.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan skor belum cukup untuk menyimpulkan persoalan kualitas pembelajaran telah selesai.

Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapai kompetensi minimum sekaligus memperbesar kelompok siswa berprestasi tinggi.

Kabar Positif di Tengah Penurunan Global

Ada konteks menarik ketika hasil Indonesia dibandingkan dengan tren global.

Di banyak negara OECD, hasil PISA 2025 justru menunjukkan penurunan cukup tajam. OECD mencatat rata-rata skor membaca negara-negara OECD turun sekitar 14 poin dibandingkan 2022, sedangkan matematika turun sekitar 9 poin. Kinerja sains secara umum relatif stabil.

Secara lebih panjang, rata-rata OECD juga mengalami penurunan besar sejak 2015. Skor membaca turun sekitar 28 poin dan matematika turun 22 poin antara 2015 dan 2025.

Dalam konteks tersebut, kenaikan skor Indonesia pada membaca dan sains menjadi perkembangan yang patut diperhatikan, meskipun Indonesia masih berada pada level capaian yang rendah dibandingkan rata-rata OECD.

Dengan kata lain, Indonesia menunjukkan arah perbaikan pada beberapa indikator, tetapi masih membutuhkan peningkatan yang jauh lebih besar untuk mengejar ketertinggalan.

Akses Pendidikan Indonesia Juga Mengalami Perubahan

Hasil PISA 2025 tidak hanya berbicara mengenai skor.

Kemendikdasmen menyoroti perluasan akses pendidikan Indonesia. Pemerintah menyebut hasil PISA 2025 menunjukkan Indonesia mampu memperluas akses pendidikan secara signifikan tanpa kehilangan capaian pembelajaran secara keseluruhan.

Dalam PISA, sampel Indonesia pada 2025 mewakili sekitar 3,995 juta anak berusia 15 tahun, atau sekitar 90 persen dari keseluruhan populasi usia tersebut.

Perluasan akses menjadi penting karena kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari siswa yang sudah berada di sekolah, tetapi juga dari kemampuan sistem pendidikan menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.

Tantangannya adalah memastikan perluasan akses tersebut diikuti peningkatan kualitas pembelajaran.

Masih Banyak Siswa yang Berada di Bawah Level Minimum

Salah satu pekerjaan rumah terbesar Indonesia adalah tingginya proporsi siswa yang belum mencapai Level 2.

Dalam sains, sekitar 63 persen siswa Indonesia masih berada di bawah Level 2. Dalam membaca, sekitar 73 persen belum mencapai Level 2, sedangkan matematika sekitar 83 persen belum mencapai Level 2.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama Indonesia bukan hanya mencetak siswa berprestasi tinggi.

Lebih mendasar lagi, sistem pendidikan perlu memastikan sebanyak mungkin siswa memiliki kemampuan minimum untuk memahami informasi, membaca data, memecahkan masalah matematika sederhana, dan menggunakan pengetahuan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan Membentuk Siswa dengan Kemampuan Berpikir Kritis

PISA 2025 juga menjadi relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital dan kecerdasan buatan.

OECD menekankan pentingnya kemampuan siswa dalam mengevaluasi informasi, menghubungkan informasi dari berbagai sumber, dan berpikir kritis ketika membaca. Dalam konteks perkembangan AI, kemampuan tersebut semakin penting karena siswa berhadapan dengan informasi dalam jumlah besar yang belum tentu benar.

Karena itu, peningkatan literasi tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak aktivitas membaca.

Siswa juga perlu dilatih untuk bertanya, membandingkan sumber, menemukan bukti, memeriksa informasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan alasan di balik jawabannya.

Pendekatan yang sama berlaku untuk sains dan matematika.

Guru Tetap Menjadi Faktor Penting

Hasil PISA pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang siswa.

Kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh guru, lingkungan sekolah, kurikulum, dukungan keluarga, serta kebijakan pendidikan.

OECD dalam analisis PISA 2025 menekankan bahwa sistem pendidikan yang berhasil memperbaiki capaian biasanya berfokus pada prioritas pembelajaran yang jelas, investasi terhadap guru, keterlibatan orang tua, serta dukungan yang lebih terarah kepada siswa dan sekolah yang membutuhkan.

Teknologi dan AI juga dapat membantu proses pembelajaran, tetapi OECD mengingatkan bahwa teknologi seharusnya digunakan secara tepat dan tidak menggantikan perhatian, usaha, serta pemahaman siswa.

PISA 2025 Jadi Cermin Pendidikan Indonesia

Hasil PISA tidak seharusnya hanya dibaca sebagai peringkat antarnegara.

Lebih penting, hasil tersebut dapat menjadi alat untuk melihat bagian mana dari sistem pendidikan yang sudah bergerak ke arah positif dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

Kenaikan skor membaca dan sains menunjukkan adanya perkembangan yang patut diapresiasi. Namun, rendahnya proporsi siswa yang mencapai kompetensi minimum menunjukkan bahwa pekerjaan rumah Indonesia masih sangat besar.

Sementara itu, penurunan matematika menjadi sinyal agar penguatan numerasi tidak kehilangan perhatian.

Kesimpulan

Hasil PISA 2025 menunjukkan skor membaca dan sains Indonesia meningkat masing-masing 6 poin dibandingkan PISA 2022. Skor membaca naik dari 359 menjadi 365, sedangkan sains meningkat dari 383 menjadi 389. Di sisi lain, matematika turun 2 poin dari 366 menjadi 364.

Kenaikan tersebut menjadi kabar positif, terlebih ketika banyak negara mengalami penurunan capaian. Namun, Indonesia masih berada cukup jauh di bawah rata-rata OECD dalam membaca, matematika, dan sains.

Tantangan berikutnya bukan sekadar menaikkan skor rata-rata. Indonesia perlu memastikan lebih banyak siswa mencapai kompetensi minimum, mengurangi kesenjangan, sekaligus meningkatkan jumlah siswa yang mampu berpikir kritis dan menyelesaikan persoalan kompleks.

Dengan demikian, hasil PISA 2025 sebaiknya dipandang sebagai cermin sekaligus peta jalan untuk memperkuat kualitas pendidikan Indonesia.

Tags: hasil PISA 2025Kemendikdasmenkualitas pendidikanliterasi membacaliterasi sainsliterasi siswamatematikanumerasi siswaOECDpendidikan 2026pendidikan indonesiaPISA 2025PISA Indonesiaskor matematika Indonesiaskor membaca Indonesiaskor PISA Indonesiaskor sains Indonesia
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Kemendikdasmen Terima Hibah Lahan 3 Hektare di Kalimantan Utara untuk Pembangunan Kantor GTK

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Kemendikdasmen Terima Hibah Lahan 3 Hektare di Kalimantan Utara untuk Pembangunan Kantor GTK

25 October 2026

Kemendikdasmen Gandeng Dewan Pendidikan, Fokus Atasi Anak Putus Sekolah dan Kesejahteraan Guru

25 October 2026

Juara Kelas Indonesia 2026, Kompetisi Nasional untuk Mengasah Literasi, Numerasi, dan Karakter Siswa

25 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In