Pemerintah mempercepat pemulihan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa yang merusak sejumlah satuan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun 672 Ruang Kelas Sementara (RKS) dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar.
Pembangunan ruang kelas sementara ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, terutama menjelang musim hujan. Tenda dan terpal yang selama ini digunakan sebagai tempat belajar darurat dinilai kurang memadai untuk digunakan dalam beberapa bulan ke depan. RKS dirancang menggunakan bahan lokal dan konstruksi yang lebih kuat sehingga diperkirakan dapat digunakan selama empat hingga enam bulan.
Pada tahap pertama, bantuan tersebut mencakup 194 RKS untuk PAUD, 12 RKS untuk SLB, dan 372 RKS untuk SMK dengan bantuan Rp4 juta per ruang. Selain itu, pemerintah menyiapkan 65 RKS SMP dan 29 RKS SMA dengan nilai bantuan Rp15 juta per ruang.
Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan layanan pendidikan pascagempa. Dari 2.447 satuan pendidikan yang terdampak, sebanyak 487 telah kembali melaksanakan pembelajaran secara normal di ruang kelas. Sementara itu, 1.960 satuan pendidikan masih menjalankan pembelajaran dalam kondisi darurat, baik di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas sementara.
Selain pembangunan RKS, Kemendikdasmen juga mulai menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 187 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp50 miliar. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan siswa di wilayah terdampak tetap mendapatkan hak untuk belajar dengan aman dan nyaman.









