Menyeberangi laut dengan perahu dan melewati jalanan perkebunan sawit yang berbukit menjadi bagian dari keseharian Fipi Novita Sari atau Novi. Sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar, Novi menjalankan tugasnya untuk mendampingi perempuan pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.
Perjalanan menuju nasabah tidak selalu mudah. Ombak laut hingga kondisi jalan yang berliku harus dilalui Novi untuk bertemu langsung dengan para perempuan yang tengah berjuang membangun perekonomian keluarga. Namun, berbagai tantangan tersebut terbayar ketika melihat perkembangan usaha para nasabah yang didampinginya. 🛵🌊
Mayoritas nasabah Novi merupakan pembudidaya rumput laut. Modal usaha yang mereka peroleh melalui Mekaar digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan usaha, salah satunya membeli tali bentangan yang diperlukan dalam proses budidaya rumput laut.
Di balik aktivitas tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang membuat Novi bangga. Ia menyaksikan langsung perubahan perempuan-perempuan lokal yang sebelumnya bekerja sebagai “Mak Betang” atau buruh pengikat rumput laut.
Melalui akses permodalan dan pendampingan usaha, mereka perlahan mulai membangun usaha sendiri. Dari yang sebelumnya mengandalkan pekerjaan harian, kini sebagian mulai memiliki usaha secara mandiri. Bahkan, usaha yang mereka bangun mampu membuka kesempatan kerja bagi warga di sekitar.
Potensi rumput laut yang dikembangkan pun semakin luas. Hasil budidaya dari para perempuan di Sebatik dikirim ke Sulawesi untuk diolah menjadi berbagai produk, termasuk camilan amplang, hingga kemudian mampu menembus pasar ekspor.
Kisah Novi dan para nasabahnya memperlihatkan bagaimana akses permodalan yang disertai pendampingan dapat membantu masyarakat di daerah pelosok mengembangkan potensi ekonominya.
Kehadiran Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM turut memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Hingga saat ini, ekosistem tersebut disebut telah melayani lebih dari 33,6 juta nasabah pinjaman.
Perjalanan Novi di Sebatik menjadi gambaran bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada individu. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, manfaatnya dapat meluas hingga keluarga, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Dari pekerja harian menjadi pemilik usaha, dari pelosok Sebatik hingga pasar ekspor—kisah para perempuan ini menjadi bukti bahwa perempuan berdaya mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga dan daerahnya









