Jakarta — Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi perhatian karena berlangsung ketika pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan fiskal. Guru Besar Ilmu Ekonomi Bisnis sekaligus Wakil Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Rosdiana Sijabat, menilai kesinambungan kebijakan menjadi salah satu hal penting yang perlu dijaga.
Rosdiana menyebut pergantian Menteri Keuangan sebanyak tiga kali dalam waktu kurang dari tiga tahun menjadi tantangan tersendiri bagi konsistensi kebijakan ekonomi. Menurutnya, perubahan kepemimpinan di sektor fiskal perlu diikuti dengan arah kebijakan yang tetap terukur dan berkesinambungan.
Di sisi lain, penunjukan Suahasil Nazara dinilai memiliki faktor kesinambungan karena sebelumnya telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan. Suahasil pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), sehingga memiliki pengalaman dalam penyusunan serta pengelolaan kebijakan APBN.
Risiko Defisit Jadi Perhatian
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah menjaga kondisi fiskal di tengah kebutuhan belanja pemerintah yang tetap besar. Rosdiana menyoroti risiko defisit APBN yang mendekati batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara penerimaan negara masih harus diperkuat agar mampu menopang kebutuhan belanja.
Suahasil sendiri menyatakan bahwa pemerintah akan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3 persen. Ia juga menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar memangkas belanja, melainkan memastikan anggaran yang tersedia menghasilkan manfaat dan output yang maksimal bagi masyarakat.
Menjaga Pertumbuhan dan Kesehatan APBN
Tantangan berikutnya adalah menemukan keseimbangan antara menjaga kesehatan APBN dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ruang fiskal yang terbatas membuat pemerintah perlu menentukan prioritas belanja secara lebih selektif agar program strategis tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko fiskal secara berlebihan.
Suahasil juga menyampaikan bahwa pergantian dirinya bukan dimaksudkan sebagai perubahan total arah kebijakan, melainkan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan. Pengalaman sebelumnya di Kemenkeu diharapkan dapat membantu proses transisi berjalan lebih cepat dan menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara.
Dengan demikian, perhatian terhadap masa awal kepemimpinan Suahasil akan tertuju pada kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas APBN, memperkuat penerimaan negara, mengendalikan defisit, sekaligus memastikan belanja pemerintah tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.








