Muhammad Younus, mahasiswa asal Pakistan yang menempuh pendidikan doktoral Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), berhasil menghasilkan 53 publikasi ilmiah selama menjalani studi di Indonesia.
Capaian tersebut mengantarkan Younus meraih penghargaan sebagai Wisudawan Publikasi Terbaik pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 UMY yang berlangsung pada 17 September 2026.
Menulis Publikasi Bukan Sekadar Kewajiban
Younus mulai menjalani pendidikan di Indonesia sejak 2022. Selama menempuh program doktoral, ia tidak hanya fokus menyelesaikan penelitian disertasi, tetapi juga aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah.
Menurut Younus, publikasi tidak seharusnya hanya dianggap sebagai kewajiban akademik. Ia justru berusaha menikmati proses penelitian dan penulisan sehingga kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Baginya, publikasi memberikan kesempatan agar hasil pemikiran dan penelitian dapat dibaca, diakses, bahkan mendapat apresiasi dari orang lain. Cara pandang tersebut membuatnya lebih mudah menjalani proses menulis secara konsisten.
Ketertarikan pada Publikasi Dimulai Saat Magister
Minat Younus terhadap dunia publikasi ilmiah sudah tumbuh ketika dirinya masih menempuh pendidikan magister. Saat itu, ia memperoleh pelatihan dari profesor pembimbing mengenai teknik menulis artikel, proses publikasi, hingga penggunaan berbagai perangkat lunak untuk mendukung penelitian.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal bagi Younus untuk mengembangkan kemampuan menulis secara mandiri ketika melanjutkan pendidikan doktoral di UMY.
Penelitian Kuantitatif Juga Punya Tantangan
Di balik 53 publikasi yang dihasilkan, perjalanan akademik Younus bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangannya muncul ketika melakukan penelitian kuantitatif yang membutuhkan data primer dari Indonesia dan Malaysia.
Pengumpulan data sangat bergantung pada kesediaan responden untuk mengisi instrumen penelitian. Tidak semua responden dapat memberikan respons sesuai waktu yang dibutuhkan, sehingga proses penelitian terkadang menjadi lebih panjang dan menimbulkan tantangan tersendiri.
Dukungan Pembimbing Membantu Perjalanan Akademik
Younus juga menilai dukungan dari para pembimbing menjadi bagian penting dalam pencapaiannya. Bimbingan sejak proses belajar menulis hingga pengembangan dan pengolahan artikel membantu dirinya meningkatkan kemampuan akademik.
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Younus memberikan pesan kepada mahasiswa internasional dan peneliti muda agar mempersiapkan diri ketika memasuki lingkungan akademik baru.
Menurutnya, mahasiswa perlu mampu beradaptasi, melakukan riset terhadap lingkungan baru, berdiskusi dengan orang lain, serta mencari solusi ketika menghadapi masalah.
Capaian 53 publikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Younus selama menempuh pendidikan S3 di UMY sekaligus mengantarkannya memperoleh penghargaan sebagai wisudawan dengan publikasi terbaik.








