Banyumas – Kabupaten Banyumas masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik untuk jenjang SD hingga SMP. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, terdapat kebutuhan sekitar 1.778 guru untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah.
Kekurangan tersebut terdiri atas lebih dari 1.300 guru kelas SD dan sekitar 400 guru mata pelajaran SMP. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah membutuhkan dukungan tambahan agar kegiatan pembelajaran dan pemenuhan jam pelajaran dapat tetap berjalan.
Sebagai langkah sementara, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggandeng sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), UIN Purwokerto, dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui program KKN tematik.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang benar-benar mengalami kekurangan tenaga pengajar. Penempatan mahasiswa akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Program KKN tematik tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar enam bulan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu sekolah dalam mengisi jam pembelajaran yang masih kosong akibat keterbatasan jumlah guru.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Banyumas menegaskan bahwa program KKN tematik bukan merupakan solusi permanen untuk mengatasi kekurangan guru. Program tersebut lebih diarahkan sebagai langkah sementara untuk membantu menjaga keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga telah mengusulkan tambahan formasi CPNS guru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Pemenuhan kebutuhan guru tetap menjadi bagian penting untuk memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pendidik yang memadai. Sementara menunggu penyelesaian kebutuhan formasi secara permanen, kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui KKN tematik diharapkan dapat membantu sekolah yang mengalami kekurangan guru.



