Surabaya – Peningkatan kasus Influenza A pada anak menjadi perhatian masyarakat. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) sekaligus Ketua Lembaga Penyakit Tropis UNAIR, dr. Priyo Budi Purwono, M.Si., M.Ked.Klin., Sp.MK., Ph.D., membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.
Influenza A dapat menular melalui percikan air liur atau droplet ketika seseorang batuk dan bersin. Penularan juga dapat terjadi melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi virus. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena kemampuan mereka dalam menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dan membatasi interaksi ketika sakit masih berkembang.
Menurut dr. Priyo, salah satu langkah penting adalah membiasakan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara rutin serta menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
Ketika anak mulai mengalami gejala sakit, interaksi dengan orang lain juga sebaiknya dibatasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi kemungkinan virus menyebar kepada anggota keluarga, teman, maupun orang lain di lingkungan sekitar.
Selain menjaga kebersihan, daya tahan tubuh anak perlu diperhatikan. Anak dianjurkan memperoleh makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh. Vaksinasi influenza juga dapat menjadi salah satu bagian dari upaya perlindungan dan dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing anak.
Influenza A merupakan salah satu tipe virus influenza yang dapat menyerang saluran pernapasan. Gejalanya antara lain demam, pilek, batuk, nyeri tubuh, dan nyeri saat menelan. Gejala tersebut dapat menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi anak memburuk.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena kasus influenza tipe A dilaporkan meningkat di Surabaya. Dokter spesialis paru RSU Dr. Soetomo, Dr. Ariani Permatasari, Sp.P., menyebut penularan influenza dapat berlangsung cepat dan mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit, menjaga ventilasi ruangan, serta melakukan pemeriksaan lebih dini ketika muncul gejala infeksi saluran pernapasan.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik. Upaya pencegahan melalui kebersihan diri, pembatasan kontak ketika sakit, pemenuhan nutrisi dan istirahat, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk membantu melindungi anak dari penularan Influenza A.



