Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ajang penguatan literasi sekaligus unjuk kreativitas siswa melalui proyek kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Salah satu karya yang menarik perhatian adalah ART-MATIKS, inovasi yang menggabungkan matematika, kecerdasan buatan (AI), dan pelestarian batik khas Sidoarjo.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga identitas dan kedaulatan bangsa. Pesan tersebut sejalan dengan upaya SMAN 1 Taman dalam menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sastra, dan literasi melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna serta berpusat pada siswa.
Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa proyek kokurikuler membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan komunikasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk mengeksplorasi permasalahan, bekerja sama, serta menghasilkan karya yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
ART-MATIKS atau Aplikasi Redesain dan Transformasi Matematika Batik Sidoarjo dikembangkan oleh siswa kelas XI dengan bimbingan guru Ika Yunita. Proyek ini menerapkan konsep transformasi geometri, seperti dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi, untuk merancang motif batik yang kemudian dikembangkan menggunakan bantuan AI.
Salah satu siswa pengembang, Elfaretha Shifa, menjelaskan bahwa rumus matematika digunakan sebagai dasar untuk membuat rancangan motif melalui prompt AI. Hasil desain tersebut dapat diterapkan pada berbagai produk, seperti botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, kain, hingga busana.
Melalui ART-MATIKS, siswa tidak hanya mempelajari matematika secara teoretis, tetapi juga menggunakannya untuk menghasilkan inovasi yang memadukan teknologi dan budaya lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia.








