Jakarta – Kisah Clarissa Aurelia Nahid Saputra menjadi salah satu cerita talenta muda Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dunia melalui dukungan Beasiswa Garuda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Clarissa kini menempuh pendidikan di University of California San Diego (UC San Diego), Amerika Serikat. Tidak hanya menjalani aktivitas akademik, mahasiswa asal Indonesia tersebut juga memanfaatkan pengalaman kuliahnya untuk mengembangkan minat di bidang teknologi, kecerdasan artifisial (AI), robotika, dan kewirausahaan.
Raih 14 Letter of Acceptance dari Kampus Luar Negeri
Sebelum menentukan pilihan, Clarissa berhasil mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari 14 perguruan tinggi di luar negeri.
Beberapa kampus yang menerima Clarissa antara lain National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), UC San Diego, UC Davis, University of Edinburgh, dan King’s College London.
Dari berbagai pilihan tersebut, Clarissa memilih UC San Diego karena mempertimbangkan kesesuaian kampus dengan minat dan tujuan pendidikannya. Ia sebelumnya juga telah mempersiapkan perjalanan akademiknya sejak bersekolah di SMANU M. H. Thamrin.
Aktif di Olimpiade Fisika dan Organisasi
Perjalanan Clarissa menuju perguruan tinggi luar negeri juga didukung berbagai pengalaman akademik dan nonakademik.
Saat masih sekolah, ia mengikuti berbagai kompetisi, termasuk International Physics Olympiad (IPhO) dan Asian Physics Olympiad (APhO). Clarissa juga pernah menjadi wakil ketua OSIS di sekolahnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari portofolio yang ia bangun sebelum mendaftar ke berbagai perguruan tinggi internasional.
Beasiswa Garuda Membantu Kuliah di Amerika Serikat
Clarissa merupakan penerima Beasiswa Garuda Batch 1 Tahun 2025. Ia pertama kali mengetahui program tersebut melalui keterlibatannya dalam program persiapan Beasiswa Indonesia Maju.
Dari sejumlah kesempatan beasiswa yang diperolehnya, Clarissa memilih Beasiswa Garuda karena program tersebut mendukung kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, termasuk di UC San Diego.
Selama menjadi penerima beasiswa, Clarissa mendapatkan dukungan dalam mempersiapkan keberangkatan ke Amerika Serikat. Dukungan tersebut mencakup proses administratif, pembuatan dokumen resmi, hingga penghubungan penerima beasiswa dengan kedutaan besar setempat.
Beasiswa Garuda Tidak Hanya Mendukung Biaya Pendidikan
Secara umum, Beasiswa Garuda Sarjana merupakan program beasiswa bergelar yang ditujukan untuk membantu putra-putri Indonesia melanjutkan pendidikan sarjana atau sarjana terapan di perguruan tinggi terbaik dunia.
Dalam panduan resmi Beasiswa Garuda, komponen pendanaan mencakup biaya pendidikan seperti tuition fee, biaya pendaftaran, dan tunjangan buku. Program tersebut juga menyediakan sejumlah dana pendukung, antara lain transportasi, visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya hidup bulanan, serta biaya keadaan darurat sesuai ketentuan.
Program ini menjadi bagian dari manajemen talenta nasional dan diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri Indonesia berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang yang belum banyak terwakili dalam program beasiswa pendidikan.
Bangun Startup AI Saat Tahun Pertama Kuliah
Pengalaman Clarissa di Amerika Serikat tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik. Pada tahun pertama kuliah, ia bersama rekan-rekannya mengembangkan Clean AI Labs, sebuah startup B2B yang memanfaatkan data aktivitas bisnis untuk membantu perusahaan menemukan calon pembeli.
Startup tersebut menggunakan berbagai data riil dari aktivitas perusahaan, seperti pengiriman, perizinan, dan perubahan pemasok, untuk membantu mengidentifikasi peluang bisnis.
Clean AI Labs kemudian memperoleh pendanaan US$50.000 dari Jackson Square Ventures dan US$500.000 dari Y Combinator. Sebelumnya, Clarissa dan rekan-rekannya juga aktif mengikuti hackathon sebagai bagian dari proses pengembangan proyek teknologi mereka.
Perkuat Pengalaman di Bidang Robotika dan AI
Selain membangun startup, Clarissa juga mengembangkan pengalaman di bidang robotika. Lingkungan akademik di UC San Diego memberinya kesempatan untuk terlibat dalam riset, mengikuti hackathon, serta berinteraksi dengan mahasiswa dan talenta dari berbagai latar belakang.
Pengalaman tersebut turut memperluas wawasan Clarissa mengenai teknologi dan pengembangan produk. Ia juga memiliki rencana untuk memperdalam bidang robotika dan AI hardware serta mengembangkan teknologi yang telah dibangunnya agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.
Pernah Diterima di Kampus Top Dunia
Perjalanan Clarissa menunjukkan bahwa pilihan pendidikan tinggi tidak hanya terbatas pada satu negara. Dari 14 LoA yang diperolehnya, terdapat perguruan tinggi di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura.
Keputusan akhirnya memilih UC San Diego didasarkan pada pertimbangan kesesuaian dengan minat dan tujuan pendidikan. Sebelumnya, Clarissa juga telah membangun pengalaman melalui kompetisi fisika, organisasi, penelitian, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.
Pesan Clarissa untuk Pelajar Indonesia
Setelah menjalani tahun pertama kuliah di Amerika Serikat, Clarissa memandang Beasiswa Garuda bukan hanya sebagai dukungan finansial untuk pendidikan. Menurutnya, program tersebut juga membuka kesempatan untuk bertemu dengan talenta muda lainnya dan membangun lingkungan yang saling mendukung.
Ia mengajak pelajar Indonesia untuk terus mengembangkan diri, menghargai setiap proses, serta tidak berhenti belajar. Bagi Clarissa, kesempatan pendidikan perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Beasiswa Garuda Buka Akses Pendidikan Global
Beasiswa Garuda merupakan salah satu program yang dirancang Kemdiktisaintek untuk memberikan akses pendidikan tinggi di perguruan tinggi terbaik dunia kepada talenta Indonesia.
Kisah Clarissa menjadi salah satu contoh penerima program yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun pengalaman di bidang teknologi dan kewirausahaan.
Pengalaman kuliah di UC San Diego, keterlibatan dalam riset robotika, serta pengembangan startup AI menjadi bagian dari perjalanan Clarissa dalam memanfaatkan pendidikan global untuk memperluas kompetensi dan jejaringnya.








