Jakarta – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan sejumlah negara dan wilayah di Asia mencatatkan skor tinggi dalam kemampuan matematika siswa. Data tersebut menjadi bagian dari penilaian OECD terhadap kemampuan siswa berusia sekitar 15 tahun dalam matematika, membaca, sains, serta pemecahan masalah komputasional.
Dalam PISA 2025, matematika tidak hanya mengukur kemampuan menghafal rumus. Penilaian juga melihat kemampuan siswa menggunakan pengetahuan dan penalaran matematika untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan nyata.
Singapura Jadi Negara Asia dengan Skor Tinggi
Singapura menjadi salah satu negara dengan capaian matematika tertinggi dalam PISA 2025. Siswa Singapura memperoleh skor rata-rata 563 poin, berada di posisi kedua setelah B-S-J-Z (China) yang mencatatkan skor 612 poin.
Selain Singapura, sejumlah sistem pendidikan Asia lainnya juga berada pada kelompok dengan skor matematika tinggi. Makau (China) memperoleh 549 poin, Chinese Taipei 546 poin, Jepang 525 poin, Korea 522 poin, dan Hong Kong (China) 522 poin.
Daftar Skor Matematika Negara dan Wilayah Asia
Berdasarkan hasil PISA 2025, berikut sejumlah negara dan wilayah Asia dengan skor matematika tinggi:
- B-S-J-Z (China) – 612 poin
- Singapura – 563 poin
- Makau (China) – 549 poin
- Chinese Taipei – 546 poin
- Jepang – 525 poin
- Korea – 522 poin
- Hong Kong (China) – 522 poin
OECD mencatat bahwa B-S-J-Z (China) dan Singapura merupakan dua sistem pendidikan dengan performa tertinggi dalam matematika, sains, dan membaca pada PISA 2025.
Negara Tetangga Indonesia Juga Masuk
Di kawasan Asia Tenggara, Singapura mencatat skor matematika paling tinggi. Sejumlah negara ASEAN lainnya juga berada di atas Indonesia dalam hasil PISA 2025.
Vietnam memperoleh skor matematika 443 poin, disusul Brunei Darussalam 435 poin, Thailand 407 poin, dan Malaysia 397 poin. Sementara itu, Indonesia mencatatkan skor 364 poin.
Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan capaian matematika antarsistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Namun, skor PISA perlu dibaca sebagai hasil asesmen terhadap kelompok siswa yang mengikuti survei dan bukan sebagai penilaian tunggal terhadap seluruh kualitas sistem pendidikan suatu negara.
Skor Matematika Indonesia dalam PISA 2025
Indonesia memperoleh skor 364 poin untuk matematika dalam PISA 2025. Angka tersebut relatif tidak banyak berubah dibandingkan hasil PISA 2022, menurut laporan mengenai capaian Indonesia. Pada periode yang sama, Indonesia mencatat skor 389 untuk sains dan 365 untuk membaca.
Sementara itu, rata-rata negara OECD untuk matematika pada PISA 2025 berada di 463 poin. OECD juga mencatat bahwa rata-rata performa matematika negara-negara OECD mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Kemampuan Matematika Berkaitan dengan Masalah Dunia Nyata
PISA dirancang untuk melihat sejauh mana siswa mampu menggunakan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dalam situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kemampuan matematika yang diukur tidak sebatas menyelesaikan operasi hitung atau mengingat rumus.
Siswa dituntut memahami persoalan, menerjemahkannya ke dalam bentuk matematika, memilih strategi penyelesaian, serta menggunakan penalaran untuk memperoleh jawaban. Pendekatan tersebut membuat hasil PISA dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa menerapkan matematika secara fungsional.
Banyak Negara Asia Berada di Kelompok Atas
Hasil PISA 2025 memperlihatkan dominasi sejumlah sistem pendidikan Asia dalam kelompok dengan capaian tinggi. OECD mencatat bahwa B-S-J-Z (China), Singapura, Jepang, Korea, Makau, dan Chinese Taipei termasuk sistem pendidikan yang berada di antara performa teratas dalam berbagai domain PISA.
Pada kemampuan matematika tingkat tinggi, OECD juga mencatat bahwa tujuh sistem pendidikan Asia memiliki proporsi siswa Level 5 atau 6 yang relatif besar, yakni B-S-J-Z (China), Singapura, Chinese Taipei, Makau, Korea, Jepang, dan Hong Kong. Pada level tersebut, siswa mampu memodelkan situasi kompleks secara matematis serta memilih, membandingkan, dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah.
PISA 2025 Libatkan Ratusan Ribu Siswa
PISA 2025 melibatkan sekitar 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian. Penilaian dilakukan terhadap siswa berusia sekitar 15 tahun dan mencakup sains sebagai domain utama, serta matematika, membaca, dan pemecahan masalah komputasional.
Hasil tersebut dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi negara peserta untuk melihat kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan. Data PISA juga dapat digunakan bersama berbagai indikator pendidikan lainnya untuk memahami tantangan dan perkembangan pembelajaran di masing-masing negara.








