Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Barat mulai mengintensifkan kampanye keselamatan berlalu lintas dengan langkah nyata, yakni membersihkan sekaligus menghidupkan kembali fungsi halte sebagai titik aman bagi para pelajar saat menunggu bus.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keselamatan di jalan, khususnya bagi siswa yang setiap hari menggunakan transportasi umum. Halte yang sebelumnya kurang terawat kini dibersihkan, ditata, dan difungsikan kembali agar menjadi tempat yang nyaman dan aman.
Pihak Dishub Aceh Barat menilai bahwa keberadaan halte yang bersih dan layak digunakan memiliki peran penting dalam menciptakan kebiasaan tertib berlalu lintas sejak dini. Pelajar diarahkan untuk menunggu kendaraan umum di titik yang telah disediakan, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat menunggu di sembarang tempat.
Selain itu, kampanye ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap fasilitas umum. Dengan halte yang bersih dan aktif digunakan, diharapkan masyarakat ikut menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan sekitar.
“Dari halte yang bersih, kita ingin membangun budaya tertib di jalan. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal kebiasaan dan keselamatan bersama,” ujar perwakilan Dishub.
Langkah ini mendapat respons positif dari kalangan pelajar dan masyarakat. Banyak yang berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai titik lainnya.
Dengan adanya halte yang aman dan nyaman, para pelajar dapat menunggu transportasi dengan lebih tenang, sementara risiko kecelakaan di jalan juga dapat ditekan. Program ini menjadi contoh sederhana namun berdampak besar dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan masyarakat.









