Jakarta – Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMPN 35 Jakarta, Dewi Masyitah, memiliki cara sederhana untuk membiasakan siswa menerapkan pola hidup lebih sehat.
Dewi menginisiasi program air minum gratis bagi siswa di lingkungan sekolah. Puluhan galon air disediakan setiap hari sehingga siswa dapat minum tanpa harus membeli minuman kemasan menggunakan uang jajan.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi kebiasaan siswa mengonsumsi minuman manis dalam kemasan.
Siswa Bisa Minum Gratis di Sekolah
Ketersediaan air minum gratis memberikan alternatif bagi siswa ketika merasa haus selama berada di sekolah. Mereka tidak perlu selalu membeli minuman dari kantin atau luar sekolah.
Puluhan galon air disiapkan setiap hari dan dapat dimanfaatkan oleh siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan minum, program ini juga diharapkan dapat membantu siswa menghemat uang jajan.
Dewi memilih menyediakan air putih sebagai pilihan yang lebih sederhana dibandingkan minuman kemasan yang umumnya memiliki rasa manis.
Didukung Mesin Penyaring Air
Program tersebut juga mendapat dukungan dari fasilitas sekolah berupa mesin penyaring air bersih.
Keberadaan mesin penyaring membantu mendukung ketersediaan air yang digunakan dalam program tersebut. Dengan fasilitas ini, sekolah dapat menyediakan akses air minum bagi siswa secara lebih berkelanjutan.
Bagi Dewi, penyediaan air minum bukan hanya persoalan memberikan minuman secara gratis. Program ini juga menjadi bagian dari edukasi mengenai kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa Diajak Mempelajari Kandungan Minuman
Dewi juga mengajak siswa lebih kritis terhadap minuman yang biasa mereka konsumsi.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai kandungan yang terdapat dalam minuman kemasan, termasuk pemanis, pewarna, dan pengawet buatan. Dengan demikian, siswa tidak hanya diminta mengurangi minuman manis, tetapi juga diajak memahami apa yang terkandung dalam produk yang mereka konsumsi.
Pendekatan tersebut membuat program air minum gratis memiliki unsur edukasi. Siswa mendapatkan pilihan air putih sekaligus pengetahuan untuk lebih memperhatikan informasi pada produk minuman.
Program Masih Berjalan
Meskipun Dewi kini tidak lagi sesering sebelumnya membagikan kegiatan tersebut melalui media sosial, program air minum gratis masih berjalan hingga sekarang.
Kegiatan tersebut tetap menjadi salah satu cara untuk memberikan akses air minum kepada siswa sekaligus mendorong kebiasaan memilih air putih ketika berada di sekolah.
Program sederhana yang dilakukan seorang guru ini menunjukkan bahwa upaya membangun kebiasaan hidup sehat di sekolah dapat dimulai dari langkah yang dekat dengan keseharian siswa.
Tidak hanya mengajarkan olahraga dan aktivitas fisik, guru PJOK juga dapat berperan dalam memberikan edukasi mengenai kebiasaan sehat, termasuk pilihan minuman dan pola konsumsi siswa.








