Cilacap – Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-60 Tahun 2026 digelar di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (24/9/2026). Mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, peringatan tahun ini menekankan makna literasi yang semakin luas, tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana, mengatakan perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi yang berlangsung cepat membutuhkan pemahaman literasi yang lebih luas.
Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami situasi, memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat. Literasi diharapkan dapat menjadi bekal masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Made menekankan bahwa tema HAI 2026 perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata agar setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, memahami lingkungan, serta menggunakan pengetahuan dan keterampilan hidup sebagai modal untuk berkarya, bekerja, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Literasi Tidak Hanya Soal Membaca dan Menulis
Perkembangan teknologi digital turut mengubah tantangan literasi masyarakat. Karena itu, kemampuan menggunakan internet secara aman dan produktif menjadi bagian penting dari literasi masa kini.
Di Kabupaten Cilacap, sekitar 75,09 persen penduduk berusia lima tahun ke atas telah menggunakan internet. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan literasi digital tidak lagi hanya berkaitan dengan akses internet, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara tepat untuk mendukung kehidupan dan kesejahteraan.
Pemerintah terus mendorong penguatan gerakan literasi melalui sejumlah program, antara lain revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Penguatan PKBM juga diarahkan untuk membantu menangani persoalan masyarakat, termasuk penguatan literasi dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
Puncak HAI ke-60 di Cilacap turut diwarnai berbagai kegiatan, mulai dari talkshow literasi, pameran, kegiatan edukasi, pertemuan pegiat literasi, hingga apresiasi bagi tokoh inspiratif.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, seperti Pemerintah Kabupaten Cilacap, forum komunikasi PKBM Jawa Tengah, PKBM, SKB, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lembaga kursus, organisasi mitra, keluarga, komunitas, dunia usaha dan dunia industri, organisasi perangkat daerah, serta pegiat literasi.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun budaya literasi. Dengan pemaknaan yang semakin luas, literasi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi menjadi bekal untuk belajar sepanjang hayat, berkarya, bekerja, menggunakan teknologi secara bijak, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.








